Semarang–Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri, Atik Nurfatmawati, S.E., M.I.Kom menghadiri Seminar Internasional dan Penandatanganan MoU dengan Universiti Zainal Abidin (UnisZA) Malaysia, Senin-Selasa (21-22/11/2023), di Kampus Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang.
Pada agenda yang diselenggarakan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FKPTKIS) Jawa Tengah itu, Ketua STAIMAS Wonogiri didampingi Waket I Bidang Akademik, Amir Mukminin, S.Pd.I, M.Pd dan Waket III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Sugiyanto, S.E., M.Si.
Kegiatan itu merupakan tindaklanjut dari pertemuan PTKIS dengan UnisZA di IIM Surakarta pada 19 Juni 2023 dan hasil rapat pengurus harian PTKIS dengan Unwahas Semarang pada 9 Oktober 2023.
Seminar Internasional dengan tema “Peta Jalan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia” itu di hadiri beberapa narasumber antara lain Koordinator Kopertais X Jawa Tengah Prof. Dr. Nizar, M.Ag, Direktur Pendidikan Tinggi keagamaan Islam Kemenag RI, Prof. Ahmad Zainum Hamdi, M.Ag.
Rektor Unwahas, Prof. Dr. Mudzakkir Ali, M.A. menyambut hangat kehadiran peserta seminar internasional. Dia mengajak seluruh perwakilan TKIS untuk bersama-sama mengawal peningkatan mutu PTKIS.
Ketua FKPTKIS Jawa Tengah, Dr. Ahmad Tantowi, M.S.I. menuturkan forum itu diadakan dalam rangka untuk meningkatkan mutu kampus khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dalam ruang lingkup Tridharma Perguruan Tinggi. Beberapa program yang bisa dijalankan di antaranya pertukaran mahasiswa, penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat kolaboratif agar meningkatkan akreditasi PTKIS.
Vice Chanchelor UnisZA Malaysia, Prof. Dato Fadzil bin Adam merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada UNWAHAS selaku tuan rumah bersama Ketua FKPTKIS selaku penyelenggara acara MoU dan Seminar Internasional.”Banyak sekali bidang yang belum tersentuh dan bisa dilakukan, penelitian kolaborasi antar perguruan tinggi.
Hal itu merupakan sebuah tuntutan dan tantangan bagi perguruan tinggi untuk terus menjawab akan perkembangan zaman yang semakin cepat. Semakin kuat untuk kolaborasi di level perguruan tinggi antar negara maka tawaran multidisipliner mampu dijawab dengan cepat dan tepat,” ucap Prof Dato.
Seminar Internasional ini memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi Islam swasta untuk berkolaborasi dalam penelitian dan pelayanan masyarakat di antara negara-negara di Asia Tenggara. Selain itu, acara ini juga menjadi platform untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan antara narasumber dan peserta dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Jawa Tengah.
Atik menyatakan apa yang disebut global village saat ini merupakan keniscayaan.”STAIMAS memiliki mimpi from Wonogiri to the world,” imbuhnya.


