Duh, Repotnya Jika Berhadapan dengan Dark Triad Personality

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Kopinya koq pahit?”

“Baik. Aku tambah gula, ya.”

“Sekarang malah telalu manis!”

“Oke. Dinetralkan dengan krim, ya.”

“Ah! Jadi kebanyakan. Lihat, gelasnya sampai penuh.”

“Sini, saya ambil separo. Sekarang cukup, kan?”

“Mas, tahu nggak, sejak dua hari lalu aku sudah memantapkan diri tidak suka kopi.”

“Hhhh…. Kenapa kau tak bilang dari tadi…?”

………….

Pembaca yang budiman, dialog di atas hanya fiktif. Saya gunakan untuk sekadar ilustrasi. Tapi, jika saya boleh bertanya; kalau Anda dalam posisi si penyedia kopi, kira-kira perasaan Anda bagaimana setelah berkali-kali ditolak? Kalau Anda menjawab, “Kesel” maka Anda tidak sendiri. Banyak sekali orang yang kesel pada orang lain yang terlalu suka komplain di luar kewajaran.

Kasus komplain berlebihan ini bisa terjadi di mana saja dan dalam kondisi apa saja. Yang saya contohkan itu bisa terjadi dalam konteks hubungan personal. Dalam konteks bisnis, itu bisa terjadi. Misalnya, tamu yang komplain apa saja setelah menginap di hotel. Begitu juga komolain dalam konteks politik, sosial, dan lain-lain.

Komplain itu wajar. Tapi, ada orang yang komplain terus-menerus dan dengan berbagai cara (termasuk dengan nada atau ekspresi sinis) sehingga yang dikomplain menjadi tampak tidak enak hati. Nah, yang terakhir ini kemungkinan orang dengan dark triad personality. Orang dengan kepribadian semacam ini sering menimbulkan masalah karena membuat jengkel orang lain.

Dalam bisnis layanan konsumen secara online, Jiseon Ahn dari Hanyang University di Korea Selatan melakukan penelitian khusus tentang kasus dark triad personality. Terdapat ciri-ciri kepribadian tertentu yang dapat menjelaskan perilaku konsumen yang komplainnya lebih dari sekadar kemarahan hingga balas dendam.

Secara khusus, ia menyebut kombinasi karakter dari narsisme, psikopati, dan Machiavellianisme. Narsisme bercirikan perasaan cinta diri dan kepentingan diri yang berlebihan. Psikopati bercirikan kurangnya empati dan tingginya perilaku antisosial. Machiavellianisme bercirikan sangat ingin mengontrol orang lain tanpa memperhatikan pertimbangan etis.

Secara keseluruhan, Ahn menyebut orang-orang yang memiliki dark triad personality cenderung suka membesar-besarkan komentar negatif dalam ulasan online dan mencoba membalas dendam pada orang yang mereka ulas. Dalam kasus lain, wujudnya bisa beragam disesuaikan kondisi.

Dark triad personality sering dikaitkan dengan perilaku antisosial, kekerasan interpersonal, dan kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dan bermakna dengan orang lain. Beberapa penelitian lain menunjukkan, orang dengan dark triad personality cenderung memiliki hubungan sosial yang bermasalah dan seringkali sulit dipercaya dalam konteks interpersonal.

Facebook Comments

Comments are closed.