Pegal-pegal? Bisa Jadi Karena Hal Ini

mepnews.id – Rasa pegal biasa kita alami kapan saja karena pengunaan otot berlebihan. Namun, rasa pegal terkadang muncul ketika kita tidak melakukan aktivitas sama sekali. Pegal-pegal itu biasa terjadi pada area seperti di kaki, leher, tangan dan bahkan seluruh tubuh.

Dikabarkan situs resmi um-surabaya.ac.id, rasa pegal merupakan salah satu tanda bahwa otot kekurangan energi serta tanda menumpuknya asam laktat pada tendon otot.

“Kondisi seperti ini membuat badan sering merasa lemas, aktivitas jadi terganggu,” ujar Ners Universitas Muhammadiuah Surabaya, Islam Syarifurrahman.

Lantas apa penyebab badan jadi pegal-pegal?

Pertama, stress. Seseorang yang stress mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh mudah terserang penyakit serta gangguan psikosomatik seperti sakit kepala, gangguan terhadap lambung, badan pegal-pegal, insomnia.

Kedua, kurang olahraga. Olahraga dapat menyehatkan jasmani dan rohani. Olahraga terstruktur membuat gerakan tubuh berulang-ulang untuk meningkatkan kebugaran jasmani.

“Olahraga teratur akan membuat otot dan tulang jadi kuat dan tidak mudah tegang. Selanjutnya olahraga membuat peredaran darah lancar,” imbuhnya.

Ketiga, aktivitas fisik berat. Rasa tidak nyaman (pegal) bisa dipicu karena duduk terlalu lama. Seseorang sering kali melakukan aktivitas fisik berat, seperti pegawai kantoran yang terlalu lama duduk di depan komputer, dapat membuat pegal punggung serta leher.

Keempat, nyeri punggung bawah (low back pain). Seseorang dengan LBP biasanya terkait trauma mekanik akut atau akumulasi dari beberapa trauma dalam beberapa waktu. Kondisi ini muncul karena tubuh mengeluarkan mediator inflamasi sehingga jaringan otot yang cidera memicu pengeluaran sitokin pro inflamasi yang mampu menimbulkan presepsi nyeri.

“Nyeri yang dirasakan ini seperti pegal-pegal, otot terasa kaku serta kram,” kata Islam.

Facebook Comments

Comments are closed.