mepnews.id – Profesi auditor semakin menarik perhatian. Konon, tingkat junior auditor saja bisa mendapat gaji 6-10 juta rupiah. Namun, di balik tingginya gaji, juga ada keahlian khusus yang harus dipenuhi.
Agung Prasetyo Nugroho Wicaksono SE MA, dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), lewat situs resmi umm.ac.id, memaparkan beberapa hal yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin menjadi auditor.
Syarat minimal menjadi auditor, menurutnya, adalah bergelar sarjana akuntansi atau ekonomi. Meski kualifikasi administrasi seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan nilai mata kuliah murni perlu diperhatikan, ia menekankan audit tidak hanya bergantung pada pendidikan formal semata. “Pemahaman mendalam tentang standar audit jadi kunci utama. Menjaga integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas juga penting,” tegasnya.
Suditor harus memiliki kecintaan membaca yang kuat, terutama terhadap International Financial Reporting Standards (IFRS), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Standar Audit (SA). Familiaritas dengan regulasi ini menjadi keharusan bagi calon auditor. Harus memahaminya lebih dalam dan melaksanakan tugas dengan baik.
Ia juga menyarankan calon auditor mempertimbangkan perolehan kualifikasi profesional. Misalnya, Certified Public Accountant (CPA) atau Chartered Accountant (CA) yang diakui secara internasional. Sertifikasi ini dapat memberikan kepercayaan ekstra kepada klien dan meningkatkan nilai serta peluang karir auditor.
Selain itu, calon auditor juga harus menguasai teknologi informasi di era digital sekarang. Dalam lingkungan yang semakin terhubung secara digital, auditor harus mampu menggunakan alat dan teknik analisis data canggih sehingga proses audit dapat dipermudah dan efisiensi kerja dapat ditingkatkan.
Selain keahlian teknis, kemampuan berkomunikasi juga jadi syarat wajib untuk menunjang sukses. “Kemampuan komunikasi efektif dalam berinteraksi dengan klien maupun dalam melaporkan temuan audit adalah jalan menuju karir lebih baik. Saya yakin hal itu berguna dalam mempengaruhi keputusan bisnis dan memberikan nilai lebih bagi klien,” tegasnya.
Terakhir, ketika sudah menapaki jalan menuju karir auditor, anak muda tidak boleh mudah baper. Harus tetap fokus menjalankan tugas sembari memperluas jangkauan dan relevansi pengetahuan dalam dunia audit yang semakin kompleks. (Lai/Wil)


