mepnews.id – LAZIS Nurul Falah Cabang Mojokerjo mendukung penuh dakwah Quran bagi kaum tuna netra dengan cara mengadakan Training of Trainer (ToT) Guru Quran Braille. Kegiatan yang berlangsung di Pacet Mojokerto 17-18 Juni 2023 ini bertujuan membentuk guru ngaji Quran Braille yang nantinya mengajar kaum tuna netra lainnya.
ToT ini dipimpin Ustadz Adi Sugeng Pribadi. Materi disampaikan Ustadz Zainul dan Ustadz Romi dari ITMI (Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia) untuk membekali para guru ngaji Quran Braille tentang pengenalan huruf A-Z Braille, makhorijul huruf, dan tajwid. Pesertanya 10 orang, termasuk 4 tuna netra.
Annisa, tuna netra binaan LAZIS Nurul Falah Mojokerto yang mengikuti ToT, mengatakan, “Apa yang saya dapatkan selama belajar ini sungguh bermanfaat. Saya ingin menyampaikan kepada masyarkat luas, khususnya teman tuna netra di Mojokerto, agar mereka bisa mengaji Quran.”
Achmad Fatkhurrozi, asisten direktur IV Nurul Falah, dalam sambutannya menyampaikan, “Hari ini kita bisa bertemu dan belajar bersama dengan cara mengajarkan Quran Braille kepada seluruhnya. Tak hanya pada orang yang bisa melihat tapi juga pada yang tuna netra.”
“Guru ngaji Quran Braille di Jawa Timur tidak banyak. Harapannya, para sahabat di sini sebagai santri yang belajar Quran Braille. Sehabis TOT, para sahabat bisa mengajarkan Quran Braille secara lebih luas.” tuturnya.
Dia menambahkan, LAZIS Nurul Falah mendukung program dakwah Quran dan pejuang yang mendakwahkan Quran sehingga bisa mewujudkan cita-cita bersama yakni mengikis buta huruf Quran.
Tidak hanya tentang ngaji Quran saja, LAZIS Nurul Falah juga memfasilitasi santri untuk meningkatkan kualitas ekonomi melalui pendidikan.
Budi Pangestu, sebagai pengurus ITMI bagian ekonomi dan pemberdayaan, kemudian memberikan motivasi bahwa gerakan ngaji Quran Braille sangat dibutuhkan. “Diperlukan pembiasaan bagi sahabat santri yang akan jadi guru untuk selalu mengaji dan mengajarkan secara rutin. Apa yang dipelajari di sini akan menjadi bermanfaat,” ujarnya.
LAZIS Nurul Falah dan ITMI juga terus berkolaborasi mendukung kemandirian kaum tuna netra secara pendidikan layak dan secara pemberdayaan ekonomi. (Rozi)


