Oleh: Esti D. Puspitasari
mepnews.id – Suatu hari, saya diminta memberi motivasi olahraga di sekolah elite. Karena sekolah ini terkenal dengan prestasi akademiknya, saya pun mencoba menghubungkan antara olahraga dengan otak plus sistem syaraf sehingga ada hubungannya dengan peningkatan kecerdasan.
Saya ungkapkan, semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan olahraga atau gerak fisik secara teratur lainnya punya banyak manfaat bagi kecerdasan dan membentuk suasana hati yang bagus. Maka, kita perlu mengintegrasikan olahraga teratur ke dalam gaya hidup sehari-hari.
Salah satu penemuan ilmiah kunci dalam neuroscience adalah olahraga aerobik meningkatkan volume otak. Olahraga aerobik teratur, seperti berlari atau berenang rutin, mendorong terjadinya neurogenesis alias penciptaan sel-sel baru. Proses neurogenesis ini terutama terjadi di hippocampus yakni bagian dari otak yang mengtur daya belajar dan mengingat. Selain menjaga materi otak yang vital, proses ini meningkatkan memori spasial dan fungsi kognitif.
Latihan aerobik tidak hanya merangsang neurogenesis tetapi juga meningkatkan ukuran hippocampus anterior yang mengarah pada peningkatan memori spasial. Latihan aerobik juga mendorong pengawetan materi putih dan abu-abu di korteks frontal, temporal, dan parietal. Area-area otak yang sangat penting untuk fungsi kognitif ini biasanya menyusut seiring bertambahnya usia.
Aktivitas fisik yang teratur juga memicu pelepasan protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Protein ini memelihara neuron (sel saraf sebagai unit dasar dari sistem saraf) yang sudah ada dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan neuron dan sinapsis ( sambungan antara dua neuron atau antara neuron dan sel target lainnya seperti sel otot atau kelenjar) yang baru.
Aktivitas fisik secara teratur juga dapat meningkatkan kualitas tidur, yang pada gilirannya bakal mendukung konsolidasi memori dan pembuangan racun di otak. Ini membuat otak jadi lebih sehat.
Olahraga dapat membantu mengelola stres sehingga pikiran dan tubuh jadi lebih tenang dan merasa bahagia. Gerak fisik yang teratur bisa meningkatkan kadar neurotransmiter (zat kimia yang digunakan oleh neuron untuk berkomunikasi dengan neuron atau sel target). Za-zat kimia alami itu termasuk serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Semuanya memainkan peran penting dalam pengaturan suasana hati, kewaspadaan mental, dan fokus. Ini bisa menjelaskan mengapa aktivitas fisik sering dikaitkan dengan penurunan gejala depresi dan kecemasan.
Yang tak kalah penting, aktivitas fisik bisa meningkatkan plastisitas otak. Plastisitas adalah kemampuan untuk beradaptasi dan membentuk koneksi saraf baru sepanjang hidup. Proses ini sangat penting untuk pemulihan dari cedera otak. Proses ini juga menangkal penurunan kognitif yang terkait dengan penuaan alias pikun.
Selain itu, olahraga dapat meningkatkan berbagai fungsi kognitif, termasuk perhatian, memori kerja, fungsi eksekutif, dan fleksibilitas kognitif. Korteks prefrontal, area otak yang mengatur fungsi-fungsi ini, merespons olahraga secara positif. Bagaimana bisa? Alasannya, peningkatan aliran darah dalam proses olahraga bisa mengantarkan lebih banyak oksigen dan nutrisi ke otak.
Bukan hanya di otak, manfaat olahraga juga untuk kebugaran seluruh tubuh. Aktivitas fisik teratur bisa mengurangi peradangan dalam tubuh, sehingga berdampak positif pada otak. Perlu diingat, peradangan kronis umumnya terkait dengan berbagai kondisi neurologis, seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.
Banyak sekali manfaat olahraga atau aktivitas fisik rutin lainnya. Jadi, ayo gerakkan tubuh. Jangan mager (malas gerak). Kalian bukan patung.


