Aktivitas Otak saat Bertemu Orang Tua dan Sanak Keluarga saat Mudik

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Di Indonesia, ada tradisi mudik saat Lebaran. Orang-orang yang merantau mencari kehidupan saat itu kembali ke kampung halaman untuk bertemu orang tua atau sanak kerabat. Mereka saling bersalaman, bermaafan, ngobrol, makan bersama, dan lain-lain.

Tradisi mudik untuk bertemu keluarga ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Kaum Muslim di Malaysia dan Singapura juga melakukan perjalanan ke kampung halaman atau kota kelahiran untuk bertemu keluarga, kerabat dan sahabat.

Di Cina, ada tradisi Chunyun atau migrasi musim semi saat jutaan orang melakukan perjalanan untuk berkumpul bersama keluarga dan merayakan Tahun Baru Imlek. Kota-kota besar, seperti Beijing dan Shanghai, jadi sepi ditinggal penghuni.

Di India, terdapat Diwali yang menjadi waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Di Korea Selatan, ada festival Chuseok untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan panen. Di Jepang, terdapat festival Obon untuk berkumpul keluarga dan menghormati arwah leluhur. Di Amerika Serikat ada Thanksgiving.

Kalau berbagai budaya melakukannya, tentu ada manfaat besar di balik tradisi ini. Apa saja manfaatnya?

Saat kita bertemu orang tua, sanak saudara atau teman lama, ada berbagai respons muncul dalam berbagai bagian otak kita. Amygdala, yakni struktur otak yang terlibat dalam emosi dan persepsi sosial, terangsang dan meningkatkan aktivitas saat kita merasa terhubung secara emosional dengan keluarga. Medial prefrontal cortex, bagian dari otak yang terkait pemrosesan informasi sosial dan evaluasi diri, juga teraktivasi. Juga terjadi peluncuran hormon ke tubuh. Oksitosin, hormon yang terkait interaksi sosial dan ikatan emosional, dapat dilepaskan dalam otak untuk meningkatkan rasa kedekatan dan ikatan emosional dengan keluarga.

Dari proses dalam otak itu, muncul perasaan empati yakni kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain. Saat empati terpicu, kita jadi lebih bisa memahami perasaan dan perspektif keluarga kita. Reaksi otak ini membantu kita merasa lebih terhubung secara emosional dan meningkatkan rasa kedekatan dengan keluarga.

Maka, aktivitas bertemu orang tua dan sanak saudara saat mudik bisa memberi manfaat berupa peningkatan rasa kesejahteraan mental dan sosial.

Pertemuan semacam itu dapat membantu meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain, lebih mudah berkomunikasi dengan orang tua atau kerabat lama, dan menciptakan hubungan yang lebih baik. Ini juga dapat membantu kita merasa lebih nyaman dan percaya diri saat berbicara dengan orang tua atau kerabat lama.

Rasa kesejahteraan mental dapat membantu meningkatkan rasa bersyukur dan rasa menghargai terhadap momen yang kita habiskan bersama keluarga. Melihat kondisi orang tua, kondisi kerabat, kondisi teman lama, bisa membuat kita melakukan refleksi diri dan bersyukur atas hidup yang telah kita jalani.

Secara sosial, mudik juga bisa untuk menjaga tradisi dan budaya keluarga. Saat berkumpul, orang tua atau kerabat lama dapat berbagi cerita dan pengalaman masa lalu yang dapat membantu anak cucu memahami dan meresapi nilai-nilai keluarga yang telah diwariskan.

Ketika menghabiskan waktu dengan orang yang lebih tua, kita dapat belajar tentang pengalaman hidup mereka dan memperoleh wawasan baru tentang dunia. Ini juga dapat membantu kita memperoleh rasa hormat yang lebih besar terhadap orang tua dan orang yang lebih tua pada umumnya.

Facebook Comments

Comments are closed.