mepnews.id – Keluarga Mahasiswa Islam (Kawai) di Kampus ITB Cirebon sukses mengadakan kajian, berbagi takjil untuk berbuka, dan salat tarawih bersama, di Gedung Multifungsi B. Kegiatan dilaksanakan tiga kali selama Ramadan 1444 H, yaitu pada 30 Maret, 6 April, dan 13 April 2023.
Dikabarkan situs resmi itb.ac.id, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan keimanan, mensyiarkan nuansa Islam di ITB Cirebon, dan meningkatkan silaturahmi antarsivitas akademika dan tendik ITB. “Seiring berjalannya waktu, aku berharap keislaman berkembang pesat di lingkungan ITB Cirebon,” ucap Muhammad Ayyash Muharram, ketua pelaksana kegiatan.
Rangkaian acaranya kajian, berbuka bersama, dan tarawih berjamaah yang dimulai 16.00 hingga 20.15. Pada kajian, panitia menghadirkan pemateri berbeda setiap pekannya. Ini menyesuaikan dengan kebutuhan karena sebagian besar jamaah yang hadir adalah mahasiswa ITB Cirebon.
Pada pertemuan pertama 30 Maret, panitia menghadirkan Jundi Amir Syuhada selaku kepala keluarga mahasiswa islam (Gamais) ITB tahun 2018 sebagai pemateri. Ia menyampaikan tentang peradaban Islam. Ditekankan, mahasiswa merupakan agen perubahan sangat penting dalam masyarakat dan memiliki peran sangat vital dalam membentuk peradaban Islam.
Pertemuan kedua 6 April, panitia menghadirkan dua pemateri yang dibedakan untuk jamaah laki-laki dan perempuan dengan tujuan jamaah bisa lebih nyaman dan terbuka mengikuti kajian.
Setelah kajian, jamaah dibagikan takjil untuk berbuka puasa. Makanan berat akan dibagikan setelah sholat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan sholat tarawih berjamaah.
Panitia dari keluarga mahasiswa Islam ITB Cirebon bekerja sama dengan wakaf rumah amal Salman. Kegiatan berjalan lancar dan mahasiswa sangat antusias mengikuti.
Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat untuk meningkatkan keimanan dan silaturahmi khususnya antar sivitas akademika ITB. Program ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Kampus ITB Cirebon, sehingga ke depan diharapkan bisa dilaksanakan setiap tahunnya di bulan Ramadan. (Mufti Ali Farkhan)


