Mahasiswa Uinsa Muhibah ke International Islamic University Malaysia

mepnews.id – Internasional Office (IO) UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan program Student Outbound Mobility berupa Academic Visit to Internasional Islamic University Malaysia (IIUM).

Dikabarkan situs resmi uinsby.ac.id, program muhibah ini diikuti 12 mahasiswa UIN Sunan Ampel yang terpilih dari ratusan mahasiswa yang mendaftar. Acara dilakukan 11-17 Desember 2022.

Atthaitha Allysia Dabitha, dari program studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)  Fakultas Dakwah dan Komunikasi, merasa tidak menyangka bisa lolos seleksi. Ia awalnya tidak terlalu yakin karena belum pernah mengikuti event seperti ini sebelumnya.

“Saya gak nyangka bisa lolos seleksi final. Waktu itu ada 112 pendaftar dan hanya 12 yang diterima,” ungkapnya.

Setelah lolos, Dabitha mempersiapkan keberangkatan ke Malaysia pada 11 Desember. Ia bersama 11 temannya mengunjungi kantor Internasional Office IIUM di Malaysia pada 13 Desember. Di sana, peserta mengikuti sharing session tentang Halal Research bersama Prof Irwandi. Selanjutnya, melanjutkan sharing session bersama Prof Dawood Abdul Malek Yahya di Internasional Islamic University Malaysia (IIUM).

“Di sana kami juga mendapatkan meteri tentang publikasi dan penulisan jurnal yang benar serta materi mengenai Malaysian Law,” ungkapnya.

Para mahasiswa juga berkesempatan berkeliling perpustakaan dan galeri di IIUM. Pada hari selanjutnya, mereka diajak campus tour bersama teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia (PPI).

“Hari terakhir, saya dan rekan-rekan menghadiri makan malam di rumah Prof Soni sekaligus diskusi tentang kultur perkuliahan di Malaysia yang dipandu teman-teman PPI dan teman-teman dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY),” jelas Dabitha, yang bersama rekan-rekan kembali ke Indonesia pada 17 Desember.

Dabitha merasa waktu tujuh hari sangat sedikit untuk mendapat berbagai pengalaman baru. Mulai berkenalan dengan teman-teman baru, mengetahui culture agama Islam di Malaysia, hingga operasional kampus IIUM yang bersih.

“Dalam tujuh hari yang sangat singkat itu, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Yang paling mencuri perhatianku di sana adalah operasional program Student Outbound Mobility, Academic Visit to Internasional Islamic University Malaysia, yang super duper bersih,” kata Dabitha. (Izam Lisa)

Facebook Comments

Comments are closed.