Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – “Nak, kamu koq susah amat sih makannya? Maunya yang itu-itu…terus. Nggak mau makan yang lain. Bagaimana kamu nanti bisa tumbuh sehat?” begitu saya pernah dengar keluhan dari ibu muda tetangga dekat rumah.
Saya kira banyak ibu muda lain yang menghadapi masalah anaknya susah makan. Susah makan karena hanya mau makanan jenis dan bahkan merek tertentu menjadi salah satu tanda picky eating (makan pilih-pilih yang mau saja).
Para pembaca yang budiman, picky eating ini bisa dilakukan siapa saja. Bukan hanya anak yang jadi picky eater. Orang dewasa bahkan manula juga. Ada yang karena kondisi internal tertentu, ada juga yang memang sengaja hanya mau makanan tertentu.
Orang yang neophobia tidak mau menjajal sesuatu yang baru, termasuk takut mencicipi makanan yang tidak pernah ia makan. Anak yang orangtuanya tidak mau memakan makanan tertentu juga punya kecenderungan untuk meniru pilih-pilih makanan.
Ada juga yang punya masalah biologis. Makanan tertentu memberi rasa, aroma, tampilan, atau bahkan suara yang tidak bisa diterima oleh indera orang tertentu, meski sangat bisa diterima dan bahkan membangkitkan selera orang-orang lain pada umumnya. Tak heran jika ada orang yang menghindari makanan berbau bawang, tak mau menyentuh sushi, atau bahkan muntah saat dekat dengan gulai kambing.
Ada juga yang menjalani diet khusus. Orang Islam dan Yahudi taat pasti menghindari makanan mengandung unsur babi. Orang yang ingin langsing sangat mungkin menghindari makanan berlemak atau berkarbohidrat tinggi. Manula sering disarankan tidak makan yang asin atau yang manis.
Orang yang tidak berjiwa petualang biasanya juga enggan mencoba makanan yang belum dikenalnya. Orang yang tak punya banyak uang memilih makanan yang lebih murah. Orang yang punya alergi tertentu biasanya berhati-hati pula terhadap makanan tertentu.
Picky eating sebenarnya wajar-wajar saja dalam pertumbuhan manusia. Toh, tidak makan makanan tertentu juga tidak membuat orang jadi mati karena ada makanan lain sebagai pengganti. Yang jadi tidak wajar itu jika picky eating yang berkebihan.
Jika lebih banyak jenis makanan yang ditolak daripada yang diterima, si picky eater bisa kekurangan zat atau unsur tertentu yang hanya didapat dari makanan-makanan tertentu. Saat dalam acara prasmanan besar, ia bisa bermasalah saat perutnya lapar dan ingin makan tapi banyak sekali jenis makanan yang tidak disukainya.
Kalau saya sih sederhana saja; sedapat mungkin menghindari makanan yang haram.


