mepnews.id – Puluhan mahasiswa internasional penerima beasiswa The International Asia Scholarship (TIAS), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan SUMMIT Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyelesaikan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Closing Ceremony di Aula GKB IV UMM pada 9 Juli 2026 menandai selesainya masa pembekalan bahasa dan budaya sebelum mereka memulai studi di program studi masing-masing.
Dikabarkan situs resmi umm.ac.id, para mahasiswa asing ini selama setahun digembleng tata bahasa dan komunikasi, sekaligus menyelami kebiasaan serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Hasil inkubasi budaya tersebut tercermin dalam acara penutupan. Para mahasiswa menampilkan pertunjukan musik angklung, pembacaan puisi, hingga penyampaian kesan pesan menggunakan bahasa Indonesia yang fasih. Pengalaman belajar komprehensif ini bekal krusial bagi mereka untuk beradaptasi dengan ritme pergaulan sosial dan lingkungan akademik di UMM.
Kepala UPT BIPA UMM, Riski Lestiono MA PhD, menegaskan kelulusan dari program BIPA ini bukanlah batas akhir proses belajar, melainkan fondasi untuk mengikuti perkuliahan reguler. Penguasaan bahasa dan pemahaman budaya lokal akan menjadi alat bantu adaptasi. Lebih jauh, bekal ini diharapkan terus melekat dan bermanfaat ketika mereka telah lulus dan kembali ke negara asalnya.
“Ketika kembali ke negara asal, ini bukan akhir dari perjalanan belajar Anda. Justru ini adalah permulaan untuk menjadi duta bahasa Indonesia dan duta Indonesia di negara masing-masing. Ceritakan kepada masyarakat di negara Anda tentang Indonesia dan terus kembangkan kemampuan bahasa Indonesia yang telah diperoleh di UMM,” ujarnya.
Dampak positif dari program ini dirasakan para peserta. Hamdan Cheloh, mahasiswa asal Thailand, mengaku BIPA memberi ia pengalaman belajar berharga yang melampaui sekadar penguasaan kosakata dan keterampilan menulis. Baginya, program ini membuka wawasan baru tentang pentingnya merawat nilai toleransi dan bagaimana berkolaborasi lintas budaya dengan individu dari berbagai negara.
“Saya bersyukur dan senang bisa mengikuti Program BIPA di UMM. Saya belajar bukan hanya tentang bahasa Indonesia, tetapi juga memahami budaya Indonesia, toleransi, dan bagaimana bekerja sama dengan banyak orang. Terima kasih kepada seluruh pengajar BIPA yang sabar membimbing. Saya juga bangga melihat teman-teman internasional yang kini dapat berbicara bahasa Indonesia karena kami menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Hamdan. (Vivin D. Oktavia)



POST A COMMENT.