mepnews.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memanfaatkan teknologi immersive (imersif) untuk pembelajaran seputar sains mengenai sel dan DNA sekaligus zabihah (penyembelihan hewan secara halal) bagi siswa sekolah lewat aplikasi yang diberi nama qVRban.
Hadziq Fabroyir SKom PhD, ketua Abmas ITS, menjelaskan teknologi imersif seperti Virtual Reality (VR) dapat membantu menciptakan suasana pembelajaran yang bisa menembus ruang batas topik akademik. Penggunaan teknologi dapat membuat siswa lebih paham materi yang diajarkan.
Sasaran awal pelaksanaan abmas ini adalah SMA Trimurti Surabaya yang telah memiliki perangkat pembelajaran berbasis VR. “Pihak SMA Trimurti Surabaya turut merasakan perkembangan pemahaman siswa melalui pembelajaran berbasis VR,” tuturnya.
Hadziq melanjutkan, analisis kebutuhan dilakukan untuk memilih modul pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran bidang sains di SMA Trimurti Surabaya. Hal ini lah yang mendasari pemilihan modul pembelajaran mengenai sel, DNA babi dan sapi, serta mengenai zabihah.
“Beberapa modul ini dipilih karena selaras dengan kerja sama antara Abmas ITS dengan SMA Trimurti Surabaya dan Pusat Kajian Halal (PKH) ITS,” ungkapnya.
Hadziq memaparkan, untuk menghasilkan aplikasi dengan teknologi imersif perangkat lunak khusus dibutuhkan. Misalnya, Unity dan Blender dibutuhkan untuk pembuatan program dan visualisasi tiga dimensi (3D). Penggambaran lingkungan sekitar serta desain tampilan muka yang mudah dipahami pun menjadi salah satu aspek penting dalam aplikasi ini.
“Dosen-dosen ITS dari beragam disiplin ilmu turut dilibatkan untuk mewujudkan hal ini,” tambahnya.
Dr Eng Darlis Herumurti SKom MKom dan Rizky Januar Akbar SKom MEng dari Departemen Teknik Informatika ITS, Fardilla Rizqiyah ST MT dari Departemen Arsitektur ITS, serta Dr Mahendra Wardhana ST MT dari Departemen Desain Interior ITS merupakan tokoh penting dalam pembuatan aplikasi ini.
Mahasiswa dari masing-masing departemen tersebut turut menjadi salah satu aspek kelancaran kegiatan ini. Dalam pembuatan aplikasi qVRban, Juru Sembelih Halal Jawa Timur turut dilibatkan untuk mengetahui lebih dalam mengenai proses zabihah.
Untuk memberikan edukasi kepada siswa, Hadziq menilai aplikasi ini dapat bermanfaat dalam proses penyembelihan hewan secara halal di masyarakat. “Aplikasi ini dapat mengurangi biaya untuk belajar namun dapat memberikan gambaran penyembelihan yang serupa dengan aslinya,” imbuhnya.

Lokakarya pengetahuan dasar teknologi VR bagi guru dan siswa SMA Trimurti Surabaya di gedung Departemen Teknik Informatika ITS.
Lokakarya juga dilakukan oleh tim Abmas ITS ini kepada para guru dan siswa SMA Trimurti untuk mempertahankan kelanjutan dari pemanfaatan teknologi VR tersebut. Lokakarya memungkinkan para guru dan siswa di SMA Trimurti Surabaya dapat membuat maupun mengembangkan modul sesuai pembelajaran lebih lanjut lagi dengan dasar yang diberikan.
Selain itu, kegiatan abmas ini juga melakukan pendampingan sertifikasi halal self-declare bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Pendampingan yang melibatkan PKH ITS ini meliputi pengecekan proses dan bahan hingga pengajuan sertifikat halal di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). “Mahasiswa yang terlibat dalam abmas ini turut mendampingi UMKM hingga mendapatkan sertifikat halal,” tandasnya.
Lulusan doktor dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) ini berharap, serangkaian kegiatan yang telah dilakukan tersebut bisa memberikan manfaat bagi setiap insan yang terlibat. Mulai dari mahasiswa, dosen, hingga target abmas itu sendiri. “Besar harapan kami, hasil keluaran dapat memberikan manfaat bagi tiap pihak yang terlibat serta penggunaan teknologi ini dapat semakin memudahkan dan memajukan masyarakat sekitar,” tutupnya penuh harap. (Ricardo Hokky Wibisono)


