Menjadi Orang Tua yang Adil bagi Si Kembar

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Dulu, ada teman saya yang sangat pingin punya anak kembar. Dia membayangkan lucunya si anak jika didandani pakaian yang sama. Hingga akhirnya terlintas juga di pikirannya; “Ntar aku bisa adil nggak pada anak kembarku?”

Pembaca yang budiman, boleh saja orang membayangkan ini atau itu. Yang perlu diingat, Tuhan yang berkuasa menentukan takdir seseorang dan anak-anaknya.

Anak kembar juga punya takdir yang tidak selalu sama.

Ada anak kembar identik yang lahir pada waktu tak jauh beda, kenis kelaminnya sama dan gen yang sama, sehingga bentuk fisik dan kondisi psikologisnya boleh dikata sangat mirip.

Ada juga anak kembar yang lahir dalam selisih waktu agak jauh, genetiknya tidak sama, bahkan jenis kelaminnya beda. Kembar fraternal ini sangat meungkin memiliki fisik dan psikis berbeda.

Menjadi orang tua bagi anak kembar memiliki kegembiraan dan tantangan tersendiri. Tantangan terbesarnya bagaimana bersikap adil dan tidak memihak dalam mengasuh mereka. Ini rumit karena orang tua tentu mencintai semua anak namun sering terjebak dalam situasi harus memilih satu di atas yang lain.

Terus, bagaimana agar bisa menjadi orang tua yang adil mengasuh individu berbeda dengan status kembar?

Jangan menggeneralisir. Biasanya, orang tua menganggap anak kembar memiliki kesukaan dan kebutuhan yang sama. Jika yang satu suka mobil-mobilan, yang lain juga suka. Nyatanya, tidak selalu begitu. Maka, pahami kesukaan dan kebutuhan masing-masing anak. Dari situ, orang tua lebih mungkin bisa bersikap adil.

Jangan memihak. Jelas, ini sulit. Si kembar tentu pernah berkonflik. Entah berebut mainan, menolak makan, atau lainnya. Biasanya, orang tua cenderung memilih satu anak di atas yang lain bergantung kondisi. Ada kalanya, orang tua bilang, “Contoh kakakmu! Dia tidak rewel seperti kamu.” Nah, sikap membeda-bedakan semacam bisa mempengaruhi psikis anak di masa datang.

Maka, seiring pertumbuhan anak, ada baiknya terus mengajari si kembar untuk menyelesaikan pertengkaran dan masalah mereka sendiri. Tunjukkan metode yang pas untuk mengatasi masalah. Orang tua hanya jadi juru damai.

Para pembaca yang budiman, menjadi orang tua yang adil itu tentu butuh pembelajaran dan proses yang sangat panjang. Apalagi menjadi orang tua yang adil bagi anak kembar dengan berbagai kekhasan mereka.

Facebook Comments

Comments are closed.