mepnews.id – Desa Satak di Kabupaten Kediri merupakan penghasil nanas. Untuk mengoptimalkan produksi nanas dan nilai tambah produk olahan, tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengenalkan pemanfaatan serat daun nanas menjadi benang untuk bahan baku industri kerajinan kreatif.
Prof Dr Ir Soeprijanto MSc, dosen pembimbing tim KKN Abmas ITS, menerangkan daun nanas masih kurang termanfaatkan untuk produk olahan. Untuk menambah nilai ekonomi nanas selain dari buahnya, tim ITS mengembangkan teknologi pengubah serat daun nanas menjadi benang.
“Nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan akan berlipat-lipat daripada ketika menjualnya tanpa diolah,” tambahnya.
Selama ini, daun nanas dianggap sebagai residu panen dan hanya digunakan sebagai pakan hewan ternak. Namun, setelah diolah, benang serat nanas dapat dijadikan bahan baku pembuatan tas, kelambu, dan produk tekstil lainnya. Ini tentu dapat meningkatkan perekonomian Desa Satak.
Kegiatan ini kelanjutan dari Abmas yang dilakukan di Desa Satak awal 2022. Soeprijanto mengungkapkan, pada periode pertama, Abmas ditujukan untuk menghasilkan serat kasar dari daun nanas dengan menggunakan ekstraktor mekanik. Di periode kedua Abmas, serat kasar tersebut dikembangkan menjadi serat halus menggunakan alat degumming dan kemudian dipotong dengan cutting.
Guru besar pengampu Laboratorium Bioteknologi Industri, Departemen Teknik Kimia Industri ini menjelaskan, hasil pengolahan ke serat halus kemudian diolah menjadi material komposit. Serat tersebut diolah menjadi serat lebih halus lagi sehingga menjadi benang yang dapat digunakan untuk bahan baku produk tekstil.
Sebagai tindak lanjut, Soeprijanto menuturkan, tim terus melakukan pembinaan ke Karang Taruna Desa Satak dan kelompok masyarakat tani agar kegiatan dapat berjalan berkelanjutan. Ia berharap masyarakat Desa Satak memiliki kreativitas untuk mengembangkan produk nanas tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Masyarakat bisa mengembangkan pembuatan tali sebagai kelambu jendela, tas, baju, dan sebagainya,” pungkasnya. (Ferdian Wibowo)


