UMKM di Madura Kompetitif Dengan Sertifikasi Halal

mepnews.id – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Forum Akbar dan Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan sertifikasi halal untuk produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura pada Kamis 18 Agustus 2022.

Ketua tim KKN Abmas ITS, Ardy Maulidy Navastara ST MT, mengungkapkan kegiatan ini dilatarbelakangi Undang-Undang sertifikat halal yang mewajibkan setiap makanan dan minuman harus memiliki sertifikasi halal. “Hal tersebut mendorong kami bersinergi mengabdi kepada masyarakat terutama pada target sasaran di Labang.”

Ardy M. Navastara menyosialisasikan sertifikasi halal pada pelaku UMKM di Laban.

KKN Abmas ini bekerja sama dengan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Addimyathy Nurul Iman sebagai UMKM yang didampingi. Koperasi yang didampingi membawahi empat UMKM yang bergerak di bidang makanan. Tiga di antaranya produk roti dan kue kering, satu produk petis. Karena di bidang makanan, maka sertifikasi halal penting agar produk lebih diterima masyarakat.

Untuk memperoleh sertifikat halal, para pelaku UMKM harus memenuhi sejumlah syarat. Pertama, pastikan seluruh bahan baku yang digunakan halal. Tidak hanya bahan baku, alat-alat yang digunakan mengolah bahan baku harus terjaga kebersihannya. “Selain itu, proses pengolahannya harus dipastikan steril agar produknya layak dikonsumsi,” imbuh dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) itu.

Salah satu pelaku UMKM, Imamatul Munfaridah, mengatakan perolehan sertifikasi halal melalui berbagai proses. Itu tidak lepas dari kontribusi tim KKN Abmas ITS yang membantu pelaku UMKM memperoleh sertifikat halal. “Dengan adanya sertifikat halal, produk kami bisa lebih diterima masyarakat.”

Ardy menjelaskan, Pondok Pesantren Addimyathy Nurul Iman memiliki koperasi, membawahi beberapa UMKM, serta membantu 80 UMKM untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB). Berangkat dari hal tersebut, Pondok Pesantren Addimyathy Nurul Iman dipilih sebagai tempat tim KKN Abmas ITS. “Kebetulan, Bu Imamah selaku ketua Kopontren turut proaktif terhadap peningkatan ekonomi di sekitar.”

Dengan pendampingan ini, Ardy berharap UMKM turut menyadari pentingnya sertifikasi halal untuk memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat mengkonsumsi produk tersebut. “Bukan tidak mungkin untuk mewujudkan seribu UMKM memperoleh sertifikat halal agar dampaknya bisa dirasakan masyarakat.”  (Thariq Agfi Hermawan)

Facebook Comments

Comments are closed.