Solusi Kurangi Konduktivitas Listrik Air Limbah

mepnews.id – Industri pulp dan kertas butuh air yang tak sedikit dalam proses produksinya. Tak sedikit pula air hasil produksi yang menjadi limbah begitu saja karena konduktivitas listrik terlalu tinggi.

Berangkat dari persoalan ini, Tim Winini mahasiswa Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas penggunaan gabungan membran yang mampu mengurangi konduktivitas (daya hantar) listrik pada air limbah hingga 99,7 persen.

Dwi Mayasari, ketua tim yang beranggotakan Adelia Melita Sari dan Aisyah Tsany Puspitasari, menuturkan kebanyakan industri pulp dan kertas di Indonesia hanya menggunakan membran reverse osmosis (RO) dalam proses penyaringan air hasil produksi.

“Air yang dihasilkan membran RO ini konduktivitas listriknya tinggi, sehingga menjadi limbah dan tidak bisa dipakai lagi,” ungkap Maya.

Berdasarkan studi pustaka, Maya dan tim akhirnya menggagas penggunaan membran tambahan yaitu electrodialysis (ED).

ED merupakan membran yang digunakan untuk membawa ion di bawah pengaruh potensial listrik. Membran ED memiliki beberapa keunggulan, di antaranya memiliki keselektifan tinggi dalam penyaringan, hambatan listrik yang rendah, serta stabilitas kimia yang tinggi.

Mahasiswa angkatan 2021 ini melanjutkan, pada mulanya air limbah produksi pulp dan kertas diproses di tangki flokulasi untuk membuang partikel-partikel pengotornya. Kemudian, air dipompa menuju membran ED, baru setelahnya dipompa menuju membran RO.

“Ternyata gabungan kedua membran mampu menghilangkan konduktivitas listrik dan logam. Air jadi dapat digunakan kembali dalam proses produksi,” tutur gadis asal Sidoarjo tersebut.

Tak hanya menghilangkan kadar konduktivitas listrik pada air, inovasi Maya bersama ini juga dapat menghemat penggunaan air di industri pulp dan kertas sehingga menjadi lebih efisien.

“Ini menuntut teknologi yang lebih kompleks, sehingga saat ini di Indonesia penerapannya belum banyak dilakukan,” ungkapnya.

Berkat gagasan tersebut, Tim Winini yang dibimbing dosen Orchidea Rachmaniah ST MT berhasil meraih Juara 2 dalam AIChe Indonesia Student Conference (AISC) Paper Competition 2022 yang diselenggarakan Maret 2022. Dalam kompetisi ini, Maya dan tim dihadapkan dengan permasalahan yang terdapat di salah satu industri pulp dan kertas di Indonesia.

Mewakili Tim Winini, Maya berharap ke depan inovasi gagasannya tersebut dapat diterapkan secara nyata di berbagai industri pulp dan kertas di Indonesia. “Setelah ini kami juga ingin terus mengembangkan inovasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya bersemangat. (Fathia Rahmanisa)

 

Facebook Comments

Comments are closed.