Breaking News
- NewsITS Luncurkan Desain Baru Mobil Formula Sapuangin untuk SAE Japan
- Guru MenulisMengapa Anak Perlu Teman?
- HeadlineBEM FF UMP Skrining Hemoglobin di Desa Kalisalak
- NewsPNM dan JICA Jajaki Kolaborasi Perkerataapian
- HeadlineKolaborasi Riset IPB Teliti Efektivitas AWD dan Biochar
- HeadlinePeneliti Unand Kembangkan Tepung Bengkuang untuk Pengendalian Diabetes
- WisataPA USK Promosikan Jalur Pendakian Desa Gemasih ke Puncak Geureudong
- NewsTransformasi Lahan Kampus, Unimus Panen Perdana Melon
- NewsUnsam Bantu Susun DRT/SID Pascabanjir di Sisi Timur Aceh
- NewsImmersion Camp Polinema Diikuti Mahasiswa Malaysia, Thailand dan Cina
Toxic Perfectionism Itu Tidak Baik
Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Lin, sebenarnya, apa sih yang kau cari?” tanya saya pada teman yang ekonominya sudah mapan, fisiknya sangat oke, intelektualitasnya bagus, orientasi seksualnya normal, tapi masih melajang. “Aku hanya ingin seseorang yang bisa benar-benar mengerti dan mendukungku.” “Kan kau sudah bertemu banyak pria. Yang naksir kamu juga banyak. Masak tak
Read More

