Jawa Timur Menjadi Lumbung Pangan, 17 Persen Penghasil Padi Nasional ada di Provinsi ini

MEPNEWS.ID, Ngawi – Pencapaian produksi gabah kering giling (GKG) tahun 2022 di Jawa Timur (Jatim) mencapai 9,68 juta ton, pencapaian ini membuat jatim menjadi lumbung pangan nasional.

Sementara pada tahun 2023 nanti, target produksi GKG di Jatim bakal dinaikan hingga tembus 10,5 juta ton per tahun.

Dinas Pertanian Provinsi (Pemprov) Jatim akan menggenjot perluasan lahan tanaman padi hingga mencapai 2,127 juta hektar pada tahun 2023.

Sementara lahan pertanian tanaman padi pada tahun 2022 seluas, 1,900 an juta hektar dengan demikian akan mengalami kenaikan 227 ribu -an hektar.

Kepala Dinas Pertanian Pemprov Jatim, Dydik Rudy Prasetya mengungkapkan jika Jatim memegang 17 persen kekuatan nasional untuk produksi padi.

Menurut Dydik, pada tahun 2022 produksi GKG mencapai 9,68 juta ton. “Tahun ini kita targetkan meningkat hingga 10,5 juta ton GKG,” tegas Dydik kepada wartawan surya.co.id, Selasa (31/1/2023).

Menurutnya peningkatan target dengan perhitungan yang cermat. Pasalnya selain melakukan penambahan LTT, pihaknya juga akan meningkatkan indeks tanaman petani.

Dari setahun sebelumnya satu kali tanam atau satu kali panen ditingkatkan menjadi dua kali tanam atau dua kali panen.

Berikutnya yang sebelumnya dua kali tanam, akan menjadi tiga kali tanam, seterusnya yang tiga kali tanam akan meningkat menjadi empat kali tanam.

Namun menurut Dydik untuk tiga kali tanam setahun menjadi empat kali tanam ini hanya beberapa titik saja yang bisa melakukannya.

“Tapi untuk yang empat kali tanam setahun ini tak banyak titiknya, sebab sangat tergantung pada sumber air yang harus kontinuitas,” ujar Dydik.

Di sisi lain pihaknya juga harus mengoptimaliasasi untuk kualitas benih, dimana yang akan ditanam adalah yang cepat panen, sehingga bisa cepat tanam kembali atau biasa disebut dengan genjah.

Pemprov Jatim juga akan melakukan optimalisasi pemberian mesin combine harvest yang akan mempercepat prses panen dan signifikan mengurangi loses gabah saat dipanen.

Bahkan menurutnya pengurangan loses gabah itu jumlahnya mencapai 10 persen. “Jangan dilihat 10 persennya. Tapi jika target kami produksi gabah mencapai 10,5 juta ton, 10 persennya saja sudah mencapai 1 juta ton, ini penting,” kata Dydik lagi.

Selanjutnya yang lebih penting lagi adalah bahwa petani juga akan dimaksimalkan untuk menyalurkan pupuk bersubsidi.

Terutama untuk urea dan NPK, yang akan didorong lagi adalah suplai pupuk jangan sampat tersendat dan harus tepat dan cepat sasarannya.

Sementara Gubernur Jatim, Khofifah Indarparawansa menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Kabupaten Ngawi menjaga produksi beras tahun 2022.

Pada bulan November 2022 produksi beras di Ngawi surplus hingga 91,26 ribu ton, capaian itu mencatat Ngawi sebagai daerah tertinggi surplus gabah di Indonesia.

Sementara pada bulan Desember 2022 lalu, surplus gabah di Ngawi mencapai 15,75 ribu ton atau tertinggi kedua di Indonesia setelah Kerawang.

Namun secara komulatig produksi gabah di Kabupaten Ngawi merupakan penghasil gabah tertinggi di Indonesia.

“Alhamdulillah, tingginya produksi beras maupun padi di kabupaten/kota akan sangat berarti terhadap stok beras di Jatim dan nasional,” pungkas Khofifah Indarparawansa. (*)

 

Facebook Comments

Comments are closed.