Kakak Kandung Cak Nun, Fuad Effendy Berpulang, Dia Member of Trustees King Abdul Aziz Internasional Center of Arabic Language

MEPNEWS.ID – Innalilahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang kakak kandung Master MEPTraining Yusron Aminulloh, Ahmad Fuad Effendi atau yang lebih dikenal dengan Cak Fuad, Jumat (20/1/2023) pukul 08.07 WIB.

Cak Fuad meninggal dunia di Rumah Sakit UMM Malang, yang sebelumnya kakak Kandung Cak Nun atau Emha Ainun Nadjib ini sudah menderita sakit kanker.

Pria kelahiran Mentoro 7 Juli 1947 ini merupakan anak pertama dari 14 bersaudara, putra pasangan Muhammad Abdul Latif dan Chalimah.

Cak Fuad juga merupakan kakak kandung budayawan Emha Ainun Nadjib merupakan adik dari Cak Fuad nomor ke empat.

Cak Fuad ini adalah merupakan sosok yang paling dekat denga Cak Nun.

Saat Cak Nun menempuh pendidikan di pondok Gontor Ponorogo, Cak Fuad adalah orang yang mengantar.

Begitu juga saat suami dari Novia Kolopaking pindah ke Yogyakarta, Cak Fuad juga ikut berperan di dalamnya.

Seperti dilansir beritajatim.com, kabar meninggalnya Ahmad Fuad Effendi dibenarkan oleh Farid Halimi, adiknya yang terakhir.

Menurut Farid, jenazah Cak Fuad akan dimakamkan di pemakaman keluarga Sentono Arum di Desa Mentoro, Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang.

Jenazah Cak Fuad menurut keluarga akan dimakamkan pemakaman keluarga pada Jumat siang usai salat Jumat.

Cak Fuad, begitu ia dipanggil di kalangan keluarga dan masyarakat, memperoleh pendidikan sejak kecil di kampungnya sendiri.

Usai menamatkan sekolah di SDN Bakalan, Fuad kemudian melanjutkan pendidikan ke Pondok Modern Gontor Ponorogo hingga selesai.

Lulus dari Gontor, ia kemudian memulai kehidupan kampus, mengambil jurusan Bahasa Arab di IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, hingga lulus dan mengajar.

Sebelum lulus Cak Fuad sudah mengajar, di kampus Bulak Sumur, Yogyakarta di UGM, lantas kemudian diangkat menjadi PNS dan pindah ke Malang.

Cak Fuad akhirnya menjadi pengajar di Universitas Negeri Malang (UM) hingga pensiun.

Usai pensiun, bukan berarti aktifitasnya terhenti. Selain masih terus mengalola buletin dalam Bahasa Arab yang ia tebitkan sejak 1973.

Cak fuad juga aktif dalam berbagai kajian agama, khususnya tafsir hingga kegiatan kebahasa araban lain.

Yang paling bergengsi, tentu saja kiprahnya di dunia internasional dalam Bahasa Arab.

Bahkan Cak Fuad merupakan satu satu anggota dari 9 orang Majelis Umamana (Member of Trustees) di King Abdul Aziz Internasional Center of Arabic Language.

Dilansir dari jawapos.com King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language adalah lembaga resmi tertinggi dalam menjaga Bahasa Arab di dunia, yang berpusat di Riyad, Arab Saudi.

Dia dipercaya untuk menjadi member of the board of trustees (anggota dewan pengawas).

Ada 9 orang dari seluruh dunia yang ditugasi Kerajaan Arab Saudi. Salah seorang diantaranya Cak Fuad, satu-satunya orang Indonesia.

Masing-masing ada 4 anggota dari Afrika dan Eropa dan 4 orang yang lain dari Saudi Arabia, pada 2013.

Diberi amanah awal selama tiga tahun penuh dalam satu periode (2013–2016, Cak Fuad kemudian diangkat kembali member of the board of trustees untuk periode berikutnya. Padahal, tujuh anggota yang lain pada 2016 diganti.

Cak Fuad juga merupakan guru utama atau marjak jemaah Maiyah. Dirinya selalu hadir dalam Pengajian Padhang Bulan yang digelar setiap tanggal 15 (penaggalan hijriyah).

Pengajian ini pertama kali digelar pada Oktober 1994, dalam pengajian tersebut Cak Fuad menyampaikan tafsir Alquran secara tekstual. Kemudian dilanjutkan tafsir konstektual oleh Cak Nun.

Hingga kini, bersama lima orang anaknya, Cak Fuad lebih banyak menghabiskan waktunya di rumahnya Jalan Landungsari Asri D/77, Kota Malang.

Meskipun dalam beberapa bulan sekali harus bertugas ke luar negeri karena jabatannya. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.