Oleh: Pandu Joyo Sampurno
mepnews.id – Bondowoso adalah satu-satunya kabupaten/kota di Jawa Timur yang tidak memiliki pesisir/laut. Wilayahnya dikelilingi pegunungan. Di sebelah timur, ada Gunung Ijen dan Gunung Raung. Kaki Gunung Argopuro, Gunung Krincing dan Gunung Kilap di barat. Di utara ada Gunung Sereh, Biser, dan Bendusa.
Yang menjadi idola pariwisata adalah Gunung Ijen. Kawasan ini berada di topografi dataran tinggi sehingga perlintasannya memiliki jalan mendaki. Untuk naik menuju kawasan Gunung Ijen, perlu energi atau usaha lebih besar. Akomodasi untuk mencapai tempat itu adalah sepeda motor atau mobil pribadi, atau angkutan umum yang memuat banyak penumpang.
Minimnya sarana dan prasarana untuk mengunjungi kawasan Gunung Ijen atau Puncak Ijen membuat wisatawan harus membuat perencanaan yang baik. Kalau ada kendaraan pribadi, sarana transportasi ke kawasan Ijen tak terlalu masalah. Namun, masalah muncul saat harus pakai kendaraan umum. Angkutan umum ke Gunung Ijen belum memiliki jadwal rutin atau resmi. Maka, diperlukan sarana transportasi lain dengan rute rutin ke Gunung Ijen.
Saat wisatawan butuh kendaraan umum dengan jadwal rutin ke Gunung Ijen, pemeritah fokus pada masalah ‘perubahan iklim’ (climate change). Pemerintah memiliki komitmen menurunkan emisi karbon di tahun 2030, terutama di sektor kehutanan, energi dan transportasi.
Perubahan iklim disebabkan semakin meningkat jumlah emisi karbon di udara. Indonesia salah satu negara penyumbang polusi udara terbesar. Maka, pengalihan sumber energi dan transportasi yang dapat menambah emisi karbon ke penggunaan sumber energi terbarukan merupakan cara untuk mengurangi jejak karbon.
Penggunaan transportasi publik hemat energi dan menggunaan sumber energi terbarukan dan bebas emisi adalah contoh mengaplikasikan pengurangan emisi (net-zero emission / carbon net). Saat Indonesia berkomitmen medukung net-zero emission, transporasi publik bebas emisi ‘Infinity train’ dapat diterapkan.
Infinity train adalah ‘kereta api’ tanpa emisi karbon. Kereta ini bisa bergerak cepat dan mengisi daya sendiri menggunakan gravitasi. Kereta ini dikembangkan oleh tim peneliti Fortescue Future Industries asal Australia. Mereka mengembangkan kereta cepat dengan sumber energi dari gravitasi bumi untuk mengisi ulang sumber dayanya.
Kereta cepat tanpa emisi ini cocok diaplikasikan di daerah menanjak atau perbukitan seperti di Gunung Ijen. Kereta ini, selain bebas emisi, juga memanfaatkan sumber energi hijau dan terperbarui. Saat bergerak turun, energi dari gravitasi bumi diubah menjadi energi kinetik (gerak) yang disimpan di baterai. Energi dari baterai ini digunakan kembali saat kereta sedang mendaki/naik menuju dataran tinggi. Energi kereta diperoleh dari motor yang berfungsi sebagai generator penghasil listrik yang dipasang pada setiap roda kereta dan digunakan untuk mengisi baterai di setiap gerbong.

Posisi Ketinggian di Wilayah Gunung Ijen berdasarkan Google Maps.
Idealnya, rute infinity train dimulai dari Kecamatan Sumberwringin tepatnya daerah Klocing yang memiliki ketinggian sekitar 800 m dpl. Lalu, kereta naik ke kawasan Air Terjun Tancak Kosabeh dan Air terjun Embun Pelangi pada ketinggian sekitar 900 m dpl. Setelah itu naik ke ketinggian sekitar 1000-1100 m dpl di kawasan TVRI Kawah Ijen. Kemudian, naik lagi ke ketinggian 1200-1400 m dpl di kawasan Buju’harum. Lanjut naik ke ketinggian 1500-1600 m dpl di Gapura Selapak. Di sini, kereta masuk tahap pemberhentian dalam rute perjalanan pertama, karena masuk daerah dataran tinggi.
Selanjutnya, kerata masuk tahap kedua perjalanan. Kereta melewati jalan menurun, yaitu di wilayah Sempol yang memiliki ketinggian 1000-1100 m dpl. Pada ujung tahap dua, kereta berhenti untuk persiapan rute berikutnya yaitu ke kawasan Gunung Ijen. Pemberhentian Sempol dapat menjadi rute alternatif menuju wilayah wisata sekitar yaitu Air Panas Blawan, Air Terjun Niagara, homestay dan lain-lain.

Peta Jalan (Road map) kereta menuju kawasan Gunung Ijen.
Selanjutnya, kereta melanjutkan rute naik pada ketinggian 1200 m dpl di kawasan Air Terjun Plalangan. Lalu, naik lagi pada ketinggian 1300 m dpl pada kawasan Air Terjun Gentongan. Setelah itu, kereta naik pada ketinggian 1400-1500 m dpl yaitu di kawasan Air Terjun Busa. Setelah itu, kereta melanjutkan perjalanan ke Puncak Ijen. Pada tahap ini, kereta berada di ketinggian 1600m dpl dan melanjutkan rute ke Bukit Pesona. Setelah itu, kereta menuju posisi atas atau pos pemberhentian akhir rute Gunung Ijen di ketinggian 1700-1800m dpl, yakni di kawasan Air Terjun Belerang dan Bukit Apet Lepet.
Sampai sini, perjalanan dilanjutkan dengan Kereta Gantung Infinity. Kereta gantung ini juga digerakkan dengan energi gravitasi yang mirip infinity train. Bedanya, kereta ini bergerak dengan menggantung pada kabel yang dirancang kuat membawa beban.
Kereta gantung ini membawa penumpang ke tempat tujuan Wisata Alam Kawah Ijen pada ketinggian 2200m dpl. Di sini terdapat blue fire (api warna biru) yang juga bersifat infinitiy.
Dengan cara ini, tercipta perjalanan wisata kawasan Gunung Ijen yang ramah lingkungan dan bebas emisi. Ini bisa membantu terciptanya Indonesia, khususnya Kabupaten Bondowoso, bebas emisi karbon pada 2030. Manfaat lain, sistem transportasi ini bisa mengembangkan serta memajukan Kabupaten Bondowoso di bidang pariwisata.
- penulis adalah guru SMPN 1 Bondowoso.


