Awalnya Kuliah Terkendala Biaya, Kini Bisa Pilih 4 Kampus Ternama untuk S2

mepnews.id – Inspiratif. Ahmad Abdullah Zawawi bisa menunjukkan ketekunan dan kegigihan  bisa membuahkan hasil luar biasa.

Ahmad adalah lulusan S-1 Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kini ia diterima S-2 di empat kampus ternama dunia lewat jalur beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Terlahir dari keluarga kurang mampu, Ahmad tidak minder apalagi putus asa. Justru ini menjadi cambuk semangatnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di dalam dan luar kampus.

“Ayah meninggal saat saya masih di sekolah dasar. Sejak itu Ibu menjadi tulang punggung keluarga. Ibu sehari-harinya bekerja sebagai penjual es,” ungkapnya, sebagaimana dikutip situs resmi unesa.ac.id.

Lulus SMK Negeri 1 Surabaya, Ahmad bermaksud mencari kerja mengingat kondisi ekonomi orang tuanya. Ibunya sempat tidak memperbolehkan dia kuliah karena kendala biaya.

Padahal, dalam hati kecil Ahmad tertanam keinginan untuk kuliah. Bahkan, kuliah di luar negeri. Maka, dia berusaha meyakinkan ibunya untuk kuliah di Unesa jalur beasiswa Bidikmisi.

Tapi, Ahmad gagal masuk jalur Bidikmisi karena salah pendaftaran. Lalu, ia nekat mendaftar di jalur SNMPTN dengan biaya mandiri.

Saat diterima di Prodi S-1 Manajemen Pendidikan Unesa, ia mencari cara agar bisa bayar kuliah tiap semester. Maka, ia bekerja part time di salah satu department store di Surabaya.

“Ibu tahunya saya dapat beasiswa, padahal saya bayar sendiri. Saya sengaja gak ngomong agar tidak menjadi beban Ibu,” kata Ahmad yang hobi menulis.

Kendati kuliah sambil kerja, Ahmad tetap menorehkan prestasi akademik maupun non-akademik. Dua kali berturut-turut menjadi mahasiswa berprestasi atau mawapres FIP dan dua kali menjadi finalis mawapres tingkat universitas.

Ia juga ikut lomba debat 15 kali berturut-turut. Dua program besutannya lolos pendanaan kementerian. Dia juga aktif mengembangkan diri dan menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan ketua BEM Fakultas.

Prestasi demi prestasi merupakan langkah untuk mewujudkan cita-cita besarnya yaitu studi S-2 di luar negeri. Maka, setelah lulus Unesa, ia mempersiapkan diri untuk apply beasiswa LPDP.

Guna memenuhi syarat beasiswa, dia ke Pare untuk mendalami bahasa Inggris selama enam bulan. Karena tidak mau gagal seperti waktu mendaftar S-1, ia mempersiapkan semua dengan matang.

Ahmad akhirnya lolos beasiswa LPDP. Ia bahkan diterima di empat kampus sekaligus, yaitu University of Melbourne Australia, Monash University Australia, The University of Sydney Australia dan Glasgow University di Inggris.

Dengan pertimbangan durasi kuliah, ranking kampus, dan mata kuliah yang relate dengan karir ke depan, Ahmad memilih kuliah di The University of Sydney. Ia dijadwalkan berangkat ke Negeri Kanguru 11 Februari 2023.

Chief Executive Officer (CEO) Inclupedia ini menargetkan bisa merampungkan studi magister 1 tahun, setelah itu berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor.

“Prinsip saya, bercita-cita atau bermimpi itu gratis dan proses meraihnya pasti punya nilai. Hasil dari kerja keras tentu akan berbuah manis. Semua butuh perjuangan, kesabaran dan ketekunan. Poinnya niat, yakin, tekad, usaha dan doa,” kata Ahmad. (Azhar Adi Mas’ud)

Article Tags

Facebook Comments

Comments are closed.