mepnews.id – Jumlah profesor atau guru besar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kini mencapai 151 orang. Terakhir, dikukuhkan tiga profesor baru dari berbagai bidang keilmuan. Pengukuhan tiga profesor ini dilaksanakan di Auditorium Gedung Pusat Riset ITS pada 12 Oktober 2022.
Sebelum dikukuhkan, tiga profesor baru ini menyampaikan orasi ilmiah dari hasil penelitian masing-masing. Orasi pertama disampaikan Prof Dr Drs Muhammad Mashuri MT dengan judul Pengontrolan Variabilitas untuk Meningkatkan Kualitas.
Dosen Departemen Statistika ini menjelaskan, produk atau layanan yang berkualitas harus dibuat dengan variasi yang seminimal mungkin dengan produk lain. “Karena kualitas berbanding terbalik dengan variabilitas,” tutur profesor ITS ke-149 ini.
Untuk mengontrol variabilitas, dikembangkan diagram kontrol berdasarkan ukuran variabilitas atau vektor varians dan matriks korelasi. Diagram kontrol ini bebas satuan, sehingga critical to quality (CTQ) bisa dilihat dengan lebih baik berdasarkan satu diagram kontrol saja.
Selain itu, diagram kontrol yang dikembangkan ini diklaim lebih baik daripada diagram kontrol sejenis yang sudah ada. Diagram kontrol ini mampu mendeteksi kesalahan lebih akurat, sehingga meminimalkan risiko terjadinya kesalahan. “Statistik untuk upaya peningkatan kualitas jika digunakan dengan baik akan meningkatkan produk berkualitas dan keuntungan,” sambungnya.
Prof Suntoyo ST MEng PhD mengemukakan orasinya bertajuk Inovasi Pengembangan Rumus Tegangan Geser dan Transportasi Sedimen Akibat Hidrodinamika Gelombang dan Arus beserta Aplikasinya. Terdapat sekitar 530 platform eksploitasi dan eksplorasi yang tersebar di perairan Indonesia. Kinerja dan proses dari platform ini banyak dipengaruhi aktivitas gelombang dan arus sehingga proses-proses hidrodinamika yang utama terkait dengan rekayasa laut dan pesisir penting untuk diperhatikan.
Gelombang pada umumnya mengalami perubahan morfologi seiring bergeraknya gelombang itu menuju perairan dangkal. Dosen Departemen Teknik Kelautan ini mengembangkan formula tegangan geser akibat pergerakan berbagai macam bentuk gelombang laut, formula tegangan geser akibat pergerakan gelombang dan arus, serta formula laju transportasi sedimen. “Metode baru ini bisa meningkatkan akurasi hingga 35 persen,” ucap profesor ke-150 ITS ini.
Orasi terakhir disampaikan Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD dari Departemen Kimia, dengan tajuk Peran Kimia dalam Pengembangan Material Membran dan Adsorben di Bidang Energi dan Lingkungan. Ia mengembangkan materi bernama karbon bertemplat zeolit atau KTZ dan komposit zeolit karbon (KZK) sebagai material perantara.
KTZ dapat digunakan sebagai adsorben gas CO2 dan H2 yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri. Selain sebagai adsorben, KTZ juga berguna sebagai pengisi material membran untuk memisahkan gas berdasarkan perbedaan diameter. “Ini berguna untuk meningkatkan kualitas gas metana dalam biogas,” tutur profesor ITS ke-151 ini.
Dalam kesempatan ini, Rektor Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng memberikan ucapan selamat dan terima kasih kepada tiga profesor baru tersebut karena turut menambah jumlah guru besar di ITS. “Kualitas institusi juga diukur dari perbandingan jumlah profesor dan jumlah dosen keseluruhan,” jelasnya.
Saat ini, ITS memiliki 120 profesor dan 1.072 dosen yang masih aktif, 149 orang di antaranya dosen baru. (Dian Nizzah Fortuna)


