ITS Salurkan Bantuan dan Kirim Tim Satgas ke Lokasi Bencana NTT

mepnews.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 31 Agustus 2026 mengirim bantuan kebutuhan pokok serta Tim Satgas Kemanusiaan ke lokasi bencana gempa Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan logistik, layanan psikososial, hingga dukungan pemulihan infrastruktur berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Dikabarkan situs resmi ITS News, aksi cepat tanggap itu kepedulian ITS terhadap masyarakat yang masih menghadapi situasi darurat. Solidaritas tersebut diperkuat melalui kolaborasi antara Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS, hingga Ikatan Alumni (IKA) ITS.

Rektor Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mendorong pemanfaatan kepakaran sivitas akademika guna akselerasi pemulihan infrastruktur jangka panjang. Tim satgas dikerahkan untuk membantu perbaikan fasilitas infrastruktur, dari dermaga, jalan, hingga jembatan.

Direktur DRPM Fadlilatul Taufany ST PhD menyampaikan, bantuan pada tahap kedua ini fokus pada lima daerah paling terdampak antara lain Sikka, Ende, serta Nagekeo. Kemudian, anggaran Rp 400 juta disalurkan dalam bentuk kebutuhan logistik tenda darurat hingga selimut melalui dukungan IKA ITS. Selain itu, paket tas senilai Rp 120.000 berisi obat, vitamin, kebutuhan pokok, dan hygiene kit.

Satgas Kemanusiaan ITS juga mengoperasikan dapur umum terbatas di Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Dapur menyediakan sekitar 250 porsi makanan tiap hari bagi masyarakat terdampak. “Satgas kembali menghadirkan kegiatan trauma healing untuk mendukung pemulihan psikologis para korban,” papar Taufany.

Koordinator Tim Infrastruktur Satgas Kemanusiaan ITS, Dr Ir Mudji Irmawan, mengaku telah memperoleh gambaran infrastruktur di lapangan. Hasil asesmen menjadi dasar penentuan bentuk intervensi dan kebutuhan penanganan pada tahap kedua kali ini. “ITS berupaya menghadirkan solusi jangka panjang untuk memperkuat resiliensi wilayah NTT dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang,” terang dosen Departemen Teknik Sipil ITS ini.

Ketua Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS, Hepi Hapsari Handayani ST MSc PhD, melaporkan aspek teknologi membantu penanganan korban gempa NTT. Ia bersama tim berencana mengembangkan rumah tahan gempa, sensor deteksi dini, serta prototipe drone pemetaan kerusakan bangunan.

Prototipe teknologi dan modul bangunan yang dikembangkan dirancang agar mudah diaplikasikan oleh tenaga lokal secara ekonomis dan efektif. “Hal ini didukung dengan penggunaan sensor berbiaya rendah serta prototipe deteksi kerusakan yang pernah dilaporkan,” kata pakar dari Departemen Teknik Geomatika ITS itu.

Facebook Comments

POST A COMMENT.