mepnews.id – Labschool Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meningkatkan kualitas pendidikan bertaraf internasional dengan mengirim delapan pendidik ke Teacher Training Program di Uzbekistan State World Languages University (UzSWLU), Tashkent, Uzbekistan, pada 1–8 Juli 2026.
Dikabarkan situs resmi unesa.ac.id, delegasi tersebut terdiri dari Kepala SD Labschool 2, Kepala SMP Labschool 3, dan Kepala SMA Labschool 1, serta lima guru dari jenjang SMP dan SMA Labschool Unesa.
Program ini untuk menguatkan kompetensi para pendidik dalam merancang pembelajaran berbasis bahasa Inggris, mulai dari penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), strategi pengajaran, pengembangan bahan ajar, hingga pemanfaatan teknologi digital di dalam kelas.
Kepala Badan Pengelola Labschool Unesa, Prof Dr Sujarwanto MPd, menyatakan program ini wujud komitmen lembaga dalam meningkatkan kapasitas guru sekaligus memperluas jejaring internasional. Kegiatan ini juga kelanjutan dari hubungan dengan UzSWLU setelah mahasiswa asal Uzbekistan magang di Labschool Unesa pada Mei 2026.
Dewi Purwanti, Kepala SMA Labschool Unesa 1, mengungkapkan bahwa program ini memberikan kesempatan luas bagi para guru untuk mempelajari sistem pendidikan, metode pembelajaran inovatif, serta budaya akademik yang kuat di Uzbekistan. Ke depan, ia memproyeksikan kolaborasi ini berkembang pada program pertukaran guru, penelitian kolaboratif, dan pengembangan kurikulum berstandar internasional tanpa menanggalkan nilai budaya Indonesia.
Kesan positif juga disampaikan guru SMP Labschool Unesa 3 Surabaya, Dinda Ayu Rachmawati. Selama mengikuti pelatihan, ia mengamati proses pembelajaran di Uzbekistan berlangsung secara terstruktur dan berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Guru di sana menciptakan suasana belajar yang aktif melalui diskusi, praktik langsung, dan kerja sama kelompok.
Hal yang menarik adalah konsistensi sekolah dalam memfasilitasi minat dan bakat siswa secara optimal. Pengalaman ini menyadarkannya bahwa mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, melainkan juga kreativitas guru dan iklim sekolah yang positif. (Ja’far Sodiq)



POST A COMMENT.