USK Upayakan Wilayah Bireuen Pulih Sebelum Ramadan

mepnews.id – Lembaga Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) bersinergi dengan relawan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Wilayah Aceh, melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pembersihan dan pemulihan lingkungan pascabanjir di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Aksi ini difokuskan untuk membantu warga bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025.

Dikabarkan situs resmi usk.ac.id, kegiatan berpusat di Gampong Raya Tambo dan Gampong Raya Dagang berlangsung intensif mulai 12 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026. Para relawan terjun langsung setiap Jumat hingga Minggu untuk membersihkan rumah-rumah warga, terutama milik guru ngaji, serta fasilitas umum seperti masjid yang tertimbun lumpur dan sisa material banjir.

Koordinator kegiatan, Dr Nur Pramayudi, menjelaskan aksi ini upaya nyata mempercepat pemulihan pascabencana agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal. “Kami turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan rumah warga dan fasilitas ibadah kembali layak digunakan. Fokus kami memastikan lingkungan kembali bersih dan sehat.”

Pelaksanaan aksi ini didukung pendanaan operasional Rumah Amal USK. Sinergi ini mencerminkan komitmen kolaboratif lembaga pendidikan dan organisasi dakwah dalam merespons dampak bencana serta memperkuat aksi kemanusiaan di Aceh.

Nur Pramayudi, yang juga Wakil Ketua IKADI Aceh, menambahkan aksi bersih-bersih ini ditargetkan berlanjut hingga menjelang bulan suci Ramadan. “Tujuannya agar masyarakat tidak lagi berada di posko pengungsian, dan sudah bisa menempati rumah masing-masing saat menjalankan ibadah puasa,” tambahnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur Rumah Amal USK atas kontribusi yang telah diberikan. Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi energi tambahan bagi para relawan di lapangan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial di tengah kondisi sulit.

“Semangat kebersamaan ini menjadi motivasi bagi relawan untuk terus mendampingi masyarakat. Tidak hanya di Bireuen, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan serupa di wilayah lain di Aceh,” kata Nur.

Facebook Comments

Comments are closed.