mepnews.id – Pisang adalah buah tropis yang familiar di masyarakat. Umumnya, pisang dimakan buahnya saja, kulitnya dibuang. Padahal, kulit pisang tersebut masih bisa dimanfaatkan. Nah, mahasiswa KKNR 8590 Universitas Negeri Yogyakarta mengolah kulit pisang jadi kripik dan mengajarkannya pada masyaratat.
Tim KKNR ini dipimpin Aji Aryo Prayoga, dengan anggota Kurniati Sholekah, Yudi Anwar, Khofifah Enggar Ayuningtyas, Fath Alangyudan Sheikh Hufaz, Nihla Rifqotunnada, Ana Maria Valenza Violika Sasmita, Ismi Rismawati, Esti Wahyuningsih dan Eka Yeni Safitri.
Dikabarkan situs resmi uny.ac.id edisi 18 Desember 2023, lokasi KKN di Desa Sumbersari, Banyuurip, Purworejo. Daerah ini didominasi persawahan dan perkebunan. Hasil kebun yang banyak adalah pisang. Desa ini memiliki UMKM khusus yang mengelola buah pisang jadi keripik atau seriping. Pengelolaan ini menghasilkan limbah kulit yang biasanya dibuang.
“Kami menginisasi mengelola kulit pisang menjadi bahan pangan yang bernilai jual melalui program kelas kewirausahaan Educreative” kata Aji.
Dalam kelas ini, mahasiswa mengajak remaja Desa Sumbersari belajar berwirausaha kripik kulit pisang mulai dari pembuatan produk, analisis SWOT, hingga strategi pemasaran.
Kurniati Sholekah, penanggungjawab kegiatan, menjelaskan kulit pisang memiliki kandungan nutrisi, serat, karbohidrat, kalsium, dan fosfor yang bermanfaat bagi kesehatan.
“Pengolahan kulit pisang menjadi olahan makanan ringan dapat mendukung inovasi industri makanan lokal,” ujarnya.
Selain memberikan variasi produk makanan sehat dan lezat untuk konsumen, ini juga mendorong kesadaran pentingnya meminimalkan limbah, memanfaatkan sumber daya secara efisien, sekaligus menciptakan produk yang inovatif, sehat, dan ramah lingkungan.
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kripik kulit pisang adalah kulit pisang, kapur sirih, tepung terigu, garam, gula, minyak goreng, bubuk balado dan bubuk coklat. Kulit pisang dirajang persegi panjang dengan lebar sekitar 1 mm, kemudian dicuci bersih dan ditiriskan. Siapkan baskom kecil, isi air dan kapur sirih, lalu aduk hingga kapur sirihnya larut. Rajangan kulit pisang dimasukkan ke baskom itu, dan direndam 1 jam. Lalu, kulit pisang dicuci di air mengalir hingga benar-benar bersih dari sisa kapur sirih. Kemudian, rajangan pisang direndam air garam 15 menit.
Sementara itu, 5 sendok makan tepung ditambahkan air secukupnya kemudian diaduk hingga tercampur rata dan teksturnya menjadi sedikit mengental. Kulit pisang dimasukkan ke dalam adonan itu, lalu diangkat dan ditaburi gandum hingga menempel.

Kulit keripik pisang dalam kemasan siap jual.
Minyak goreng dipanaskan secukupnya, kemudian kulit pisang digoreng hingga kering dan kecoklatan. Setelah ditiriskan dengan tisu dapur, keripik kulit pisang bisa disajikan.
Para peserta pelatihan memberi aneka komentar. Lilis, misalnya, mengatakan kegiatan ini bermanfaat karena ia bisa mengenal apa itu wirausaha. “Selain itu, kami juga bisa tahu kulit pisang itu ternyata bisa didaur ulang.”
Citra memberi komentar kripik kulit pisangnya enak karena banyak varian rasanya.
Intan menilai, kelas kewirausahaan cukup menarik karena belajar analisis SWOT hingga cara pembuatan dan strategi pemasaran. (Dedy)


