Cara Mengatasi Musim Liburan Kelam

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Lho, koq manyun?” saya menyapa seorang teman.

“Gimana nggak manyun, saat akhir tahun, musim liburan, saya malah sibuk mikir tagihan yang jatuh tempo,” dia menjawab setengah cuek.

“Waduh….”

………..

Pembaca yang budiman, akhir tahun memang musim liburan. Pemerintah sudah menetapkan jadwal libur bersama Natal dan Tahun Baru. Aktivitas bisnis memasuki era tutup tahun. Sekolah juga ganti semester. Layak jika banyak orang memanfaatkan waktu untuk bergembira melepas rutinitas sehari-hari.

Tapi, bagi sejumlah orang, musim liburan bisa menjadi masa kelam yang membuat hati jadi galau dan suntuk, bahkan depresi. Yang mereka hadapi justru rumah gerah, hubungan keluarga yang retak, kesepian, masalah keuangan, atau masalah lainnya.

Kalau kebetulan Anda juga menghadapi masa kelam di musim liburan, jangan menyerah. Berdasarkan sudut pandang psikologi positif, ada beberapa teknik ilmiah untuk mengelola beban emosional dan menemukan cahaya di tengah liburan kelam.

Semua yang Anda hadapi; berat atau ringan, sempit atau lapang, gelap atau terang, rumit atau gampang, adalah pemberian Tuhan yang pasti ada berkah dan manfaatnya. Maka, bersyukurlah setiap saat. Meski tidak bisa liburan, dan harus kejar tagihan, tetap saja bersyukur. Mendekatkan diri pada Tuhan bisa membantu mengalihkan fokus Anda ke aspek positif dalam hidup.

  • Tenangkan pikiran

Dalam kurun waktu tertentu, tenangkan pikiran Anda. Untuk muslim, sholat 5 waktu on time. Yang lain, bisa menggunakan berbagai teknik bermeditasi. Ini dapat membantu menenangkan kecemasan dan membuat Anda siap menghadapi kondisi liburan kelam.

  • Memancing kebaikan

Agar tidak suntuk saat orang lain liburan, lakukan sedikitnya lima tindakan kebaikan pada orang lain. Boleh dengan umpan sangat sederhana, misalnya mendahulukan seseorang saat antre, memberikan pujian tulus kepada orang lain, atau membantu manula menyeberang jalan, atau menyingkirkan kerikil dari jalan umum. Membantu orang lain bisa meningkatkan mood. Syukur-syukur jika nanti Allah membalas kebaikan dari jalan yang Anda tak pernah sangka.

Meski masih harus kejar setoran saat orang laib bisa liburan, enjoy saja. Ambil sisi positifnya. Anda tak perlu merasa pusing dengan kemacetan lalu lintas  di kawasan wisata. Saat sibuk bayar tagihan, anggap saja itu pemanasan untuk start lebih kencang mengejar bisnis tahun depan. Dengan mengubah perspektif positif, Anda bisa mendapatkan manfaat lebih besar.

  • Batasi media sosial.

Jika membuka medsos, yang bertebaran justru gambar atau kabar tentang bagaimana teman atau orang lain pamer diri di tempat liburan. Artinya, Anda membiarkan diri terpapar ke perbandingan dengan orang lain di media sosial. Ini bisa memupuk rasa iri. Maka, batasi diri dari paparan medsos. Nikmati saja keadaan dan dunia nyata di sekitar Anda.

  • Tulislah surat

Isng-iseng, tulislah surat untuk diri Anda saat berusia 10 tahun. Kabarkan pencapaian dan hal-hal penting yang Anda raih saat ini. Fokus pada hal-hal yang memberi kegembiraan dan kebahagiaan saja. Ini akan membantu membahagiakan si kecil Anda dan Anda yang sekarang karena Anda tahu perkembangan yang sudah Anda raih.

Jadi, dengan melakukan tips di atas, musim liburan kelam justru bisa memberi Anda kesempatan melakukan refleksi diri dan pembaharuan pribadi. Waktu semacam ini bisa membuat Anda lebih selaras dengan kebutuhan diri sendiri dan memprioritaskan diri sendiri. Biar saja orang lain dengan dunia mereka, Anda fokus pada diri sendiri saja agar lebih bahagia.

Facebook Comments

Comments are closed.