Usahakan Jangan Sampai Keliru Menyebut Nama Orang

Oleh: Esti D. Purwitasari SPsi MM

mepnews.id – “Ada apa? Masuk ke ruangan saya koq manyun? Senyum, dong. Biar auranya menyegarkan,” saya merespon kedatangan seorang teman.

“Mbak, saya habis diomelin Boss,” curhat teman saya itu.

“Memang, kenapa?”

“Tadi, saya salah menyapa nama customer. Pas, waktu itu, Boss lewat. Boss langsung ambil-alih customer itu dan menyuruh saya masuk. Setelah itu saya diomelin, gak boleh lagi salah menyebut nama orang.”

“Oh, kalau itu masalahnya, kau datang ke tempat yang tepat. Sekarang, giliran saya yang harus mengomel.”

“Loh? Aduh… Malangnya nasibku.”

…………

Pembaca yang budiman, kira-kira tahu nggak kenapa saya ikutan mengomel? Ya, Anda tepat. Kita sepakat bahwa nama itu penting. Nama itu menyangkut atribut seseorang. Bisa jadi, nama juga bagian dari kebanggaan seseorang. Jadi, kalau kita keliru sebut nama, bisa berdampak macam-macam.

Saat kita keliru menyebut nama seseorang, bisa jadi orang itu tidak menyadari atau tidak terlalu peduli atau bisa memahami. Kalau ini yang terjadi, kekeliruan tidak akan bermasalah. Apa lagi jika kekeliruan itu terjadi saat dalam situasi sosial biasa.

Tapi, dalam situasi bisnis, kekeliruan ini bisa punya efek. Bisa jadi, orang tersebut merasa tidak dihargai atau kurang diperhatikan sehingga bisa menimbulakn kesan kurang baik bagi bisnis kita. Bisa juga, terjadi kejanggalan interaksi. Orang itu mungkin merasa bingung atau kaku karena nama yang disebutkan tidak relevan dengan dirinya.

Jika hal demikian terjadi, prospek bisnis bisa terganggu. Customer bisa meninggalkan kita saat itu juga. Bisa juga, customer tidak langsung pergi namun di dalam hatinya ada rasa tidak enak karena namanya disebut dengan keliru. Kemudian, ia punya kesan bisnis kita tidak cukup memperhatikan customer.

Karena itu, dalam situasi sosial biasa atau situasi bisnis, mengingat nama orang lain itu perlu dan memiliki berbagai manfaat.

Secara psikologis, mengingat dan menyebut nama dengan benar bisa membangun hubungan lebih baik dengan orang lain. Bisa menyebut nama dengan benar menunjukkan perhatian dan rasa hormat kita terhadap dia. Ini membantu memperkuat hubungan sosial dalam lingkungan kerja, tetangga, atau dalam lingkungan sosial kita.

Saat kita menyebut nama orang dengan benar, ini dapat meningkatkan komunikasi lebih efektif. Orang akan merasa lebih nyaman berbicara dengan kita. Efeknya, ini bisa membantu kita dalam membentuk jaringan sosial dan dapat membuka peluang untuk koneksi lebih lanjut.

Di dunia profesional, mengingat nama customer, rekan kerja, atasan, anak buah, atau siapa saja, dapat memberikan kesan keseriusan kita dalam menjalin hubungan kerja yang baik. Kemampuan untuk mengingat dan menyebut nama dengan benar membuat kita terkesan sebagai orang yang perhatian dan peduli sehingga membantu terciptanya kesan positif kita di mata orang lain.

Customer yang namanya kita ingat bakal merasa senang, dihargai, bahkan diistimewakan. Lantas, customer  senang jika berada di antara orang-orang yang mengenalinya. Hasilnya, tercipta koneksi atau hubungan erat dengan kita. Ini langkah awal yang baik dalam menciptakan hubungan bisnis.

Bisa menjalin hubungan dengan baik itu sepadan dengan silaturahim. Jika kita bisa bersilaturahmi dan membina jaringan, itu bisa menjadi pintu pembuka rezeki.

Facebook Comments

Comments are closed.