mepnews.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa), melalui Tim Unesa Peduli, memberikan pendampingan psikososial kepada ratusan siswa terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pendampingan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Langke Rembong pada Jumat 4 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan 3–7 September 2026.
Dikabarkan situs resmi unesa.ac.id, 16 relawan diterjunkan ke wilayah terdampak gempa di Pulau Flores. Mereka menjalankan program membantu siswa memulihkan kondisi emosional, membangun kembali rasa aman, serta menyiapkan diri kembali mengikuti proses pembelajaran setelah bencana.
Gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitas pendidikan dan mengganggu aktivitas belajar mengajar. Situasi itu membuat kebutuhan pendampingan psikososial bagi siswa menjadi perhatian, terutama untuk membantu menghadapi tekanan emosional setelah bencana.
Sekitar 200 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Langke Rembong mengikuti sesi psikoedukasi yang dikemas interaktif. Pendampingan ini bertujuan mengenalkan berbagai respons emosi yang dapat muncul setelah bencana sekaligus memberikan cara sederhana mengelola rasa cemas dan ketakutan.
Kegiatan diawali dengan permainan kelompok dan ice breaking untuk menciptakan suasana nyaman bagi siswa. Tim pendamping berupaya membangun kembali kepercayaan diri siswa serta menciptakan ruang aman agar mereka dapat berinteraksi setelah melewati pengalaman traumatis.
Setelah itu, siswa diajak berbagi cerita dan pengalaman dalam kelompok kecil. Mereka diberi kesempatan menyampaikan perasaan yang muncul setelah bencana. Tim Unesa Peduli kemudian memberikan pelatihan teknik relaksasi dan pernapasan sederhana yang dapat digunakan siswa ketika menghadapi rasa panik, termasuk saat terjadi gempa susulan.
Selain pendekatan emosional, pesan mengenai ketangguhan dan optimisme juga disampaikan melalui permainan serta kuis edukatif. Metode ini dipilih agar siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan memiliki kemampuan beradaptasi dalam menghadapi situasi sulit.
Direktur Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Unesa, Mutimmatul Faidah, menyampaikan kehadiran Tim Unesa Peduli merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang membutuhkan pendampingan. “Unesa hadir tidak hanya di kampus tetapi juga hadir bagi masyarakat luas yang membutuhkan, khususnya anak-anak korban bencana di daerah.”
Unesa berharap pendampingan psikososial dapat membantu siswa di Manggarai mengurangi dampak emosional pasca gempa serta menumbuhkan kembali semangat belajar. (Puput)



POST A COMMENT.