mepnews.id – Di tengah persaingan industri pariwisata yang semakin terdigitalisasi, Desa Wisata Ikan Hias Kajii di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai berbenah. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pengabdian masyarakat berupa pelatihan digital marketing berbasis komunitas untuk pengelola desa ini.
Dikabarkan situs resmi umy.ac.id, promosi konvensional peternak ikan hias selama ini mengandalkan jejaring lokal sehingga belum cukup menjangkau pasar lebih luas. Maka, Frizki Yulianti Nurnisya PhD memimpin program pengabdian masyarakat UMY di Kajil. Program hingga akhir 2026 ini mendapat dukungan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY dan Kemdiktisaintek RI.
Program difokuskan pada penguatan kapasitas promosi digital destinasi yang dikenal dengan potensi budidaya dan edukasi ikan hias. Pelatihan intensif mulai dilakukan 28 Februari, dengan peserta terdiri atas pengelola desa wisata, pelaku UMKM, serta generasi muda. Mereka dibekali keterampilan perencanaan konten, strategi komunikasi visual, optimalisasi media sosial, hingga pemanfaatan marketplace dan analisis performa digital.
Frizki menegaskan, transformasi digital desa wisata bukan sekadar mengikuti tren tetapi juga kebutuhan strategis untuk meningkatkan daya saing. “Literasi digital menjadi fondasi kemandirian desa wisata. Promosi yang terstruktur dan berbasis komunitas akan memperkuat posisi Kajii sebagai destinasi edukasi ikan hias yang kompetitif,” ujarnya.
Pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci program ini. Masyarakat tidak hanya menjadi objek pelatihan tetapi jga pelaku utama membangun identitas digital desa secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan langkah ‘Kajii Go Digital‘, desa ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas di tingkat regional maupun nasional. Inisiatif ini sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif melalui penguatan promosi digital yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.



POST A COMMENT.