mepnews.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun menggelar Festival Gebyar Ekonomi Nusantara Kreatif 2025 (GENK 25) pada 5-6 Desember 2025. Kegiatan dibuka di Panggung Theater, Benteng Oranje, Ternate, Jumat malam, disusul expo kreatif, dialog publik, seni pertunjukan, serta puncak penyerahan hadiah dari seluruh rangkaian lomba.
Tampilan pertama diwarnai musikalisasi puisi, dramatisasi, hingga musik lokal One X Band dan Van Der Line pada 20.00 hingga penutupan pukul 22.10. Sabtu malam, festival dilanjutkan dengan tarian, monolog, talent show, penampilan perspektif musik, hingga Guest Star, dan penutupan pukul 23.00.
Dekan FEB Unkhair, Muhsin N. Bailussy SE MSi, dalam sambutannya menyebut GENK 25 sebagai ruang kreatif yang dirancang mahasiswa untuk menunjukkan inovasi dan prestasi. “Expo kreatif Gen 2025 adalah wadah kolaborasi dan kreativitas mahasiswa,” ujarnya, lewat situs resmi unkhair.ac.id.
Meski acara dirancang meriah, ia menyempatkan mengajak peserta mengirimkan doa untuk korban bencana di Sumatera lalu memberikan laporan capaian akademik FEB Unkhair sepanjang tahun. Prestasi terbaru mahasiswa Manajemen adalah meraih Juara 2 Business Plan Internasional, serta capaian mahasiswa Ekonomi Pembangunan pada Essay Competition tingkat nasional.
Ketua Panitia GENK 25, Ristandi Latawan, melaporkan festival ini lahir dari kesadaran untuk menguatkan ekosistem ekonomi kreatif. “GENK 25 menjadi platform strategis untuk mendorong konvergensi antara pelaku kreatif, mahasiswa, akademisi, dan dunia usaha,” katanya.
Presiden BEM FEB Unkhair, Dilfan Najim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan mitra yang mendukung penuh terselenggaranya festival, mulai dari APINDO, Pegadaian, PT IWIP, hingga berbagai komunitas kreatif lokal seperti Musik Corner. “Terima kasih atas support konkret dan penuh sehingga GENK 25 berlangsung meriah.”
Festival ini mengusung tema ‘Nusantara Future Fest: Mendorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal yang Berkelanjutan’. Acara diharapkan menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dan pelaku industri kreatif, sekaligus mengangkat budaya lokal sebagai kekuatan ekonomi daerah.


