mepnews.id – Paguyuban MASTRIP Jawa Timur menggelar Seminar Nasional dengan tema Etika Media Sosial Untuk Memperkuat Ketahanan Bangsa. Seminar diselenggarakan di Aston Sidoarjo City Hotel, pada Kamis 13 November 2025.
Hadir sebagai narasumber Eddy Supriyanto SSTP MPSDM Kepala Dinas Bakesbanpol Provinsi Jatim, Supraptomo SSos MSi pejabat fungsional Ahli Utama mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Jatim Periode 2015-2021, dan Bambang Prakoso SSos MIP dosen yang juga kepala UPT Perpustakaan UWKS dan juga pengurus ICMI Jawa Timur.
Dalam sambutanya, Ketua Paguyuban MASTRIP Jatim Drs Abimanyu Poncoadmojo Iswinanrno MM menyampaikan pentingya merawat spirit kebangsaan dari para pejuang pendahulu. Bung Tomo, yang membakar semangat juang arek-arek Suroboyo saat melawan tentara Inggris, menjadi salah satu kompas juga pengingat generasi hari ini untuk terus berkontribusi pada bangsa.
Abimanyu juga meyoroti fenomena era digital yang memudahkan segala hal tapi ternyata juga membawa dampak lain bagi generasi muda. “Minimnya pengetahuan, serba instan, sulit bersosialisasi, tidak peduli lingkungan dan mempunyai sikap egois,” kata Abimanyu merinci dampak negatifnya.
Eddy Supriyanto, dalam pemaparan materinya, menekankan pentingnya terus berupaya mewujudkan visi Masyarakat Jawa Timur yang Partisipatif, Demokratis, Aman dan Damai dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bakesbangpol terus sinergi dengan berbagai pihak, salah satunya MASTRIP Jawa Timur ini.
Ia lantas mengingatkan pentingnya menjaga etika bermedia sosial. “Banyak konten yang memprovokasi, memecah belah bangsa. Masyarakat harus cerdas dan lebih bijak,” imbuhnya.
Supraptomo menyinggung Trilogi Pendidikan Abad 21. Menurutnya, generasi muda wajib memahami kompetensi abad 21 yakni keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration). Kompetensi 4C harus ditanamkan dalam proses pembelajaran.
Bambang Prakoso menyampaikan, era digital secara fundamental mengubah lanskap komunikasi publik, menghadirkan peluang sekaligus tantangan signifikan bagi lembaga pemerintah dan badan publik di Indonesia. Interaksi yang cepat dan masif melalui platform digital menuntut adanya strategi komunikasi yang lebih adaptif, transparan, dan partisipatif.
Bambang juga menambahkan, pentingya menumbuhkan minat, gemar, dan budaya baca bagi masyarakat, harus dibangun ekosistem literasi untuk mewujudkanya, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.



POST A COMMENT.