MEPNEWS.ID-Sebanyak 416 Guru Raudhatul Athfal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Mojokerto mengikuti Workshop Kompetensi Guru Sertifikasi yang digelar oleh Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto dan Kampung Dongeng Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 3–4 November 2025 di Aula Kankemenag Kabupaten Mojokerto ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kapasitas guru RA di bidang pedagogik dan literasi digital. Dengan semangat kolaboratif, workshop ini mendorong para guru agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan menghadirkan pembelajaran yang kreatif serta relevan bagi generasi masa kini.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan beragam wawasan dari narasumber berpengalaman yang membahas topik-topik strategis seperti storytelling dalam pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Dalam salah satu sesi, Moch. Nurcholis Majid, M.Sos., Wakil Dekan Fakultas Dakwah IAI Uluwiyah Mojokerto, menegaskan pentingnya guru memahami esensi digitalisasi dalam dunia pendidikan.
“Digitalisasi bukan hanya soal menggunakan perangkat, tetapi bagaimana guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan penuh makna bagi anak-anak,” ungkap Nurcholis.
Kegiatan yang diikuti 450 peserta ini juga menghadirkan pemateri lain, di antaranya Kak Awam Prakoso (pendongeng nasional), Mochammad Zainuri, M.Pd., dan Siti Mudjaidah, M.Pd.I.. Para pemateri memberikan panduan praktis yang mudah diterapkan di kelas, mulai dari teknik komunikasi efektif, inovasi media belajar, hingga pendekatan berbasis nilai karakter.
Suasana antusias terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi, mempraktikkan metode baru, serta berbagi pengalaman antar-sesama pendidik.
Melalui kegiatan ini, KKRA Kabupaten Mojokerto berkomitmen memperkuat profesionalitas guru RA agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Sinergi antara lembaga pendidikan, kampus, dan instansi pemerintah diharapkan mampu menciptakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inspiratif, dan berdaya saing di era digital.


