mepnews.id – Buah dan sayur yang cepat layu atau membusuk setelah dibeli sering menjadi masalah bagi masyarakat. Masalah ini berkontribusi pada tingginya angka limbah pangan di Indonesia yang mencapai lebih dari 13 juta ton setiap tahun. Sebagian besar dari buah dan sayur yang terbuang sebelum sempat dikonsumsi.
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K), sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin mengembangkan Naglaze Natural Edible Protector Spray. Tim dari program studi S1 Farmasi dengan Nur Maulidah selaku ketua bersama Ra’idah Luthfia, Istianah, Anggi Putri Ramadhani, dan Nur Putri Zania, dibimbing dosen Yulianita Pratiwi Indah Lestari MFarm merancang inovasi ini untuk menjaga kesegaran buah dan sayur dengan cara yang aman, sehat, dan ramah lingkungan.
Dikabarkan situs resmi umbjm.ac.id, Naglaze memanfaatkan pati talas sebagai bahan dasar yang membentuk lapisan pelindung tipis di permukaan buah. Inovasi ini dipadukan dengan hidrosol daun galam yang kaya senyawa antimikroba dan antioksidan. Kombinasi alami ini efektif menghambat pertumbuhan mikroba penyebab pembusukan sehingga buah dan sayur dapat bertahan segar hingga tujuh hari pada suhu ruang. Selain memperpanjang umur simpan, Naglaze juga bebas bahan kimia sintetis dan alkohol, serta sepenuhnya food-grade sehingga aman digunakan.
“Kami berharap Naglaze dapat menjadi solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi konsumen tetapi juga berperan dalam menekan angka limbah pangan nasional,” ujar Nur Maulidah.
Bagi tim PKM-K UMBJM, Naglaze juga wujud dari gerakan kecil menuju perubahan besar. Dengan menjaga kesegaran buah dan sayur lebih lama, Naglaze diharapkan dapat mengurangi limbah pangan, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. “Lewat Naglaze, kami berharap dapat menginspirasi generasi muda peduli terhadap isu pangan dan lingkungan,” tambahnya.


