MEPNEWS.ID-Desa Slogoretno Kecamatan Jatipurno memiliki 4 inovasi dalam ketahanan pangan. Desa Slogoretno ditunjuk Kecamatan Jatipurno untuk mengikuti Lomba Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tingkat Kabupaten Wonogiri, Jumat (11/7/2025).
Lomba tahunan yang telah menjadi agenda rutin TP PKK ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat desa dalam mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Desa Slogoretno, yang terletak di kawasan timur Kabupaten Wonogiri, tampil sebagai salah satu kontestan yang patut diperhitungkan dalam ajang bergengsi ini.
Keikutsertaan Desa Slogoretno dalam lomba ketahanan pangan TP PKK mencerminkan keseriusan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam menghadapi tantangan pangan pada era modern. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan kearifan tradisional, desa ini berupaya mengembangkan model ketahanan pangan yang dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan lomba tersebut bertepatan dengan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 6 STAIMAS Wonogiri di Desa Slogoretno, maka para mahasiswa KPM turut berpartisipasi dalam proses persiapan dan pelaksanaan lomba tersebut.
Yusuf Suparmanto, S.M. selaku Kepala Desa Slogoretno, memaparkan bahwasanya tahun 2025 ini, Desa Slogoretno dipercaya sebagai perwakilan Kecamatan Jatipurno untuk maju dalam Lomba Ketahanan Pangan.
Desa Slogoretno juga mempunyai empat inovasi dalam bidang ketahanan pangan, yaitu: pertama, Rumah Pangan Terpadu. Ditujukan guna menumbuhkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dengan mengoptimalkan sistem pertanian terpadu yang didukung untuk penanganan Stunting dengan penyediaan tanaman sehat seperti sayuran, buah-buahan, tanaman herbal, serta penyediaan kolam ikan untuk pemenuhan gizi.
“Sebelum dipilih sebagai perwakilan kecamatan, Desa Slogoretno telah mempunyai program inovasi di bidang Ketahanan Pangan yang dinamakan Rumah Pangan Terpadu,” imbuh Suparmanto.
Rumah Pangan Terpadu merupakan konsep pertanian yang dipraktikkan di lingkup rumah tangga untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga.Sebelum pelaksanaannya, masyarakat diberikan pelatihan terlebih dahulu. Program ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2021.
Dalam Rumah Pangan Terpadu ini setiap rumah tangga diwajibkan memiliki kolam ikan dari bis beton, tanaman sayur, tanaman herbal, dan tanaman buah. Program ini dianggarkan dari anggaran desa, pada 2021 Desa Slogoretno menganggarkan dana senilai 98 juta untuk 120 rumah tangga, 2022 senilai 120 juta untuk 150 rumah tangga, dan pada 2023 menganggarkan dana sebesar150 juta untuk 232 rumah tangga.
Namun, pada 2024 Program Ketahanan Pangan ini difokuskan pada tanaman Kakao. Mulai dari tahap pelatihan, pemeliharaan, bantuan pupuk, dan bantuan bibit baru.
Kedua, Canting Surga (Cegah Stunting Berbasis Unsur Keluarga) yang diupayakan sebagai langkah pertama pencegahan stunting dengan peran keluarga. Didalamnya berisi berbagai upaya edukasi terkait kesehatan dan gizi pada masyarakat, Pendidikan remaja pra nikah, Posyandu Balita dan Remuda BMT, Kelas Bumil Sehat, Posyandu Remaja, PAUD Holistic Integratif.
Ketiga, pengadaan sarana air bersih yang ditujukan guna menunjang keberhasilan Program Ketahanan Pangan.
Keempat, Papahsiska (Pengelolaan Sampah Berbasis Keluarga) yang merupakan upaya masyarakat untuk mengurangi dan menangani sampah rumah tangga secara terstruktur, menyeluruh, dan berkesinambungan mulai dari lingkup terkecil yaitu lingkup keluarga. Inovasi ini melibatkan beberapa tahapan, seperti pemilahan sampah, daur ulang (Bank Sampah), dan pengomposan.
“Harapannnya dengan lomba ini ingin memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat. Pangan kebutuhan primer, kuncinya adalah ketahanna pangan harus ditanamkan dikeluarga masing-masing. Ayo mananam
untuk ketahanan pangan,” ujar Suparmanto. (Lusiana Rachmawati)


