Shabnam Toirova dari Tajikistan Nikmati Ramadan di Aceh

mepnews.id – Shabnam Toirova, mahasiswa asal Tajikistan, menjalani Ramadan pertamanya di Aceh. Tiba di Indonesia pada Oktober 2024, ia menjalani program Darmasiswa Indonesia di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, dengan beasiswa dari pemerintah Indonesia.

Menjalani Ramadan di perantauan, ia merasakan pengalaman spiritual dan budaya mendalam. “Menikmati Ramadan dalam lingkungan budaya baru sangatlah menarik. Ini pengalaman unik dan memperkaya rasa spiritual saya,” ungkap Shabnam, lewat situs resmi usk.ac.id.

Aceh, dengan budaya Islam kental, memiliki nuansa Ramadan sangat berbeda dibanding di Tajikistan. Jika sebelumnya hanya mengenal suasana Ramadan di kawasan Asia Tengah, Shabnam kini menemukan banyak tradisi baru di Aceh.

Beberapa tradisi yang membuat Shabnam terkesan antara lain sahur bersama, salat tarawih berjamaah, serta berbagi makanan berbuka puasa.

Hidangan khas Aceh juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman Ramadannya. Berbagai jenis kudapan, mie aceh, nasi goreng dan camilan khas timphan jadi favoritnya. Yang paling mengesankan adalah Meugang yakni tradisi memasak dan berbagi daging.

“Makanan Aceh memiliki rasa luar biasa. Saya suka sekali nasi goreng dan timphan,” katanya.

Keramahan masyarakat Aceh juga meninggalkan kesan mendalam bagi Shabnam. Banyak keluarga mengundangnya berbuka puasa bersama, membuatnya merasa diterima. Melihat begitu banyak orang berkumpul dalam keimanan adalah pengalaman yang sangat indah.

“Saya merasa sangat dihargai dan tidak merasa sendirian,” ujarnya

Menurut Shabnam, Ramadan di Aceh bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga pengalaman spiritual mendalam, kebersamaan yang erat, dan rasa kekeluargaan yang membuatnya merasa di rumah sendiri meski jauh dari tanah kelahirannya.

Facebook Comments

Comments are closed.