Kuliah Umum Unuja Datangkan 2 Ulama Al-Azhar

mepnews.id – Universitas Nurul Jadid (Unuja) Probolinggo menggelar kuliah umum di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid, 9 Maret 2025. Acara bertajuk Ushul Fiqh & Qiraah 10 ini menghadirkan dua ulama Universitas Al-Azhar, Mesir.

Dikabarkan situs resmi unuja.ac.id, dua ulama itu Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby guru besar Ushul Fiqh, serta Syaikh Adel Mahmoud Muhammad Ali ahli Qiraah 10 sekaligus imam Masjid Al-Azhar. Moderatornya Dr Muallim Wijaya, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab Unuja.

Kuliah umum dihadiri para dosen dan mahasiswa Unuja. Juga ada perwakilan lembaga-lembaga otonom pesantren seperti Pusat Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ), Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA), serta Ma’had Ali, juga para asatid dan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang Ushul Fiqh dan Qiraah 10, guna memperkuat kualitas keilmuan dan pemahaman keislaman para pendidik serta santri.

Rektor Dr KH Najiburrahman MA menyambut baik acara ini. Menurutnya, mempelajari ilmu Ushul Fiqh dan Qiraah 10 memiliki nilai lebih dalam momentum Ramadan.

“InsyaAllah, selain sebagai forum keilmuan, acara ini juga menjadi awal dari penjajakan kerja sama antara Unuja dan Universitas Al-Azhar,” papar Najiburrahman.

Dalam pemaparannya, Syaikh Adel Mahmoud Muhammad Ali menekankan pentingnya belajar Al-Qur’an kepada guru yang memiliki sanad muttasil hingga Rasulullah. “Belajar Al-Qur’an harus melalui guru yang memiliki sanad bersambung ke Rasulullah.”

Syaikh Emad Abdelnaby Mahmoud Abdelnaby menegaskan, pemahaman ilmu syariah dan keislaman yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis memerlukan penguasaan Ushul Fiqh. “Untuk memahami ilmu syariah dengan benar, dibutuhkan dasar yang kuat dalam Ushul Fiqh.”

Dengan adanya acara ini, diharapkan wawasan akademik dan spiritual peserta semakin luas serta membuka peluang kerja sama internasional bagi Unuja dalam pengembangan studi keislaman dan Al-Qur’an. (Desy)

Facebook Comments

Comments are closed.