mepnews.id – Untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital, Sekolah Dasar Muhammadiyah Takmirul Tullab (SDMT) Ponorogo melaksanakan kegiatan literasi digital. Maka, 72 siswa peserta ekstrakurikuler Cerdas Istimewa (CI) SDMT mengunjungi Laboratorium Komputasi FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) untuk belajar kecerdasan buatan (AI) melalui coding sederhana menggunakan bahasa pemrograman Python.
Dikabarkan situs rresmi umpo.ac.id, kegiatan yang diikuti siswa kelas 3 hingga kelas 6 ini bertujuan memperkenalkan teknologi digital secara aplikatif dan menyenangkan. Anak-anak diajak memahami konsep dasar pemrograman dan cara kerja teknologi dengan membuat proyek sederhana. Mereka belajar membuat program dasar seperti perhitungan matematika dan simulasi deteksi wajah.
Ryan Juppenny, Asisten Laboratorium Komputasi UMPO, menyebut kegiatan ini tidak hanya mengajarkan anak-anak cara menggunakan teknologi, tetapi juga melatih mereka berpikir logis dan kreatif. “Kami berharap anak-anak dapat melihat teknologi sebagai alat yang dapat mereka manfaatkan untuk menciptakan solusi bagi berbagai masalah,” ujar Ryan.
Ahmad Hafidz Al Firdaus, salah satu siswa peserta, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti sesi coding. “Aku baru pertama kali belajar coding. Ternyata seru banget dan nggak sesulit yang aku bayangkan! Aku jadi makin penasaran tentang komputer dan teknologi.”
Kegiatan ini juga bertujuan membuat peserta memahami etika penggunaan teknologi dan cara memverifikasi informasi. Anak-anak diharapkan menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Di akhir kegiatan, para siswa mengunjungi Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo untuk mengenal pentingnya literasi membaca dalam mendukung pemahaman dunia digital. Mereka diajarkan cara mencari buku melalui katalog digital.


