mepnews.id – Memeriahkan milad keenam Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), panitia milad menggelar lomba kreasi tumpeng jajanan pasar tradisional. Lomba di lantai 10 UMLA Tower pada 23 Oktober 2024 ini diikuti seluruh prodi dan lembaga di lingkungan kampus.
Dikabarkan situs resmi umla.ac.id, seluruh peserta antusias membuat tumpeng terbaik dalam waktu 30 menit. Penilaian didasarkan pada kesesuaian tema, kreativitas, kebersihan, kerapian, keunikan dan kekompakan. Juga, harus sesuai dengan spesifikasi yaitu minimal total harga keseluruhan Rp. 75.000.00.
Setiap peserta menyajikan tumpeng dalam berbagai bentuk dan hiasan. Tumpeng jadi, peserta wajib perform yaitu menampilkan yel-yel kemudian mempresentasikan hasil kerja kreasi tumpengnya.
Kharisma, salah satu juri, mengatakan lomba ini ada dari tahun ketahun. Kriteria penilaian sudah ditentukan sebelumnya.
Setiap kreasi tumpeng kelompok peserta mempunya makna filosofi. Peserta dari lembaga Labaik dan kemakmuran masjid, diwakili Ustadz Teguh, menjelaskan, “Tumpeng itu maknanya tumindak ingkang lempeng. Jadi kita harus bergerak lurus istiqomah menuju cita-cita. Tumpeng itu biasanya ada tiga undakan. Undakan pertama akidah, kedua ibadah, ketiga muamalah. Semakin ke atas, semakin mengerucut. Semakin ke bawah, semakin melebar.”
Isni Lailatul Maghfiroh, peserta dari prodi keperawatan, menyampaikan, “Tumpeng kami mempunyai makna. Warna kuning berarti optimisme, civitas akademika UMLA optimistis mencapai kebahagiaan. Jajanan khas Lamongan ada empat jumbreg. Artinya, kita dipimpin satu rektor dan tiga wakil rektor, dengan harapan beliau-beliau bisa mengayomi kita semua. Jajanan warna hijau, warna biru dan lainnya mewakili civitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, karyawan dan seterusnya. Semua kita ikat dengan tali biru, dengan harapan kami di UMLA bisa menjadi satu dan bersama memajukan kampus tercinta. Ada bunga merekah warna pink, melambangkan harapan kampus selalu bahagia, merekah dan jaya.”
Dengan lomba kreasi tumpeng ini, Universitas Muhammadiyah Lamongan menghadirkan keceriaan dan kebanggaan dalam merayakan milad kampus, sekaligus mengingatkan semua civitas akademika akan pentingnya melestarikan warisan budaya Nusantara. (Rohmat)


