Mahasiswa KKN UNDIP Bikin Pencacah Limbah Organik

mepnews.id – Wildan Wahyu Maharobig, mahasiwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro, program studi Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi, melaksanakan program monodisplin dengan membuat mesin pencacah limbah organik di Desa Jebed Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, di Jawa Tengah.

Dikabarkan situs resmi undip.ac.id edisi 19 Agustus 2024, program rancang bangun alat pencacah limbah organik untuk pakan maggot ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah organik. Keunggulan mesin ini antara lain efisien dan cepat, hemat waktu dan tenaga dalam pengelolaan sampah; ramah lingkungan karena mengurangi limbah organik; punya dukungan ekonomi yakni meningkatkan produksi maggot dan kualitas pakan lele serta menghasilkan pupuk organik.

“Dengan alat ini, limbah organik bisa diolah menjadi bahan pakan maggot lebih cepat dan efektif, sehingga meningkatkan produksi maggot sebagai pakan lele. Selain itu, alat ini membantu mengurangi volume limbah organik yang dibuang, mendukung upaya desa mengatasi masalah sampah,” kata Wildan.

Mesin ini bermanfaat mengurangi volume sampah organik dengan mencacahnya menjadi partikel kecil yang mudah terurai. Acarnya, dengan memasukkan limbah organik ke dalam hopper (wadah pemasukan) di bagian atas mesin, kemudian limbah masuk ke ruang pencacah, lalu pisau berputar menghancurkan dan mencacah limbah menjadi partikel-partikel kecil.

Pisau ini digerakkan motor listrik yang terhubung melalui sistem transmisi. Sistem transmisinya menggunakan pulley dan belt dengan rasio 1:5 yang memastikan pisau berputar dengan kecepatan dan daya optimal.

Setelah limbah dicacah, hasilnya keluar melalui saluran di bagian bawah mesin, siap digunakan sebagai pakan maggot atau bahan kompos. (LW)

Facebook Comments

Comments are closed.