Hari Media Sosial; Jangan Lupa untuk Beretika

mepnews.id – Setiap 10 Juni, publik Indonesia merayakan Hari Media Sosial. Ini sudah berlangsung sejak 2015. Hari Media Sosial dilahirkan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan memberikan edukasi bermedia sosial kepada masyarakat.

Dr Listiyono Santoso

Dr Listiyono Santoso MHum, pakar dari Universitas Airlangga (Unair), menyoroti sangat lemahnya etika bermedia sosial di kalangan publik Indonesia. “Ini perlu mendapatkan perhatian. Masyarakat belum bisa membedakan antara urusan privat dan publik,” jelasnya.

Dosen Etika di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini mengingatkan, media sosial itu sifatnya publik. Oleh karena itu, harus perhatikan ketentuan etis yang sifatnya publik. “Kalau ada persoalan privat, jangan sampai masuk atau terunggah ke media sosial. Tapi, justru ini yang sering terjadi di masyarakat kita. Memasukkan ranah privat ke ranah publik.”

Listiyono lalu mencontohkan cara bermedia sosial yang salah namun kerap terjadi di publik Indonesia. Konflik keluarga atau konflik antar individu kerap masuk atau terunggah dalam media sosial.

Melihat fenomena itu, ia menegaskan bahwa masyarakat butuh edukasi literasi dan cara berpartisipasi di media sosial. “Ini yang seringkali muncul. Masyarakat kita butuh literasi media sosial biar tahu mana urusan dalam ranah privat dan mana urusan dalam ranah publik,” tuturnya.

Wakil Dekan I FIB Unair itu juga menyoroti fenomena buzzer yang sudah jadi keniscayaan. Menurutnya, buzzer sengaja hadir atau dihadirkan untuk menciptakan framing kondisi tertentu. Ada buzzer yang untuk menaikkan popularitas produk atau seseorang. Tapi, ada juga buzzer yang dikelola untuk menyudutkan kelompok tertentu.

“Masyarakat, kalau memiliki literasi bermedia sosial yang baik, akan bisa membedakan mana buzzing yang sesuai realitas dan mana yang sengaja tercipta dengan tujuan tertentu,” jelasnya.

Maka, ia berpesan kepada publik agar bermedia sosial dengan bijak dan beretika. Gunakan media sosial sebagai ruang publik yang memberikan informasi edukatif. “Mari kita gunakan media sosial yang arif dan bijaksana,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.