mepnews.id – Kesejukan hawa pegunungan tiba-tiba terasa ‘hangat’ saat Capres Bruce Zain Dsouza dan Caleg Aniqotul Fitriah ditantang saling debat oleh entertainer
Aisyah Desiria Khoirunnisa. Mereka menyoroti berbagai permasalahan di Indonesia sambil menawarkan sejumlah solusi.

Peserta mendapatkan materi awal pelatihan.
Tapi, ini bukan debat politik betulan. Debat itu hanya salah satu bagian dari forum discussion group (FGD) untuk membahas self actualization dalam rangkaian Motivation Super Camp di Wonosalam City Park dan Anjasmoro Valley, Wonosalam, Kabupaten Jombang, 18 – 19 Mei, yang didukung Yayasan dana Sosial Al Falah (YDSF).
Sebanyak 43 pemuda usia 12 – 24 tahun dari Surabaya dan Sidoarjo digembleng secara mental dan fisik di lereng Gunung Anjasmoro. Mereka mendapat materi self actualization, latihan kemandirian mendirikan tenda dan bermalam di dalamnya, pengasahan public speaking, api unggun muhasabah, sholat jamaah, outbound, trekking menyusuri sungai kecil.

Mendirikan tenda melatih kerjasama dan kemandirian.
Acara dibuka oleh M. Arvan Sipayung direktur operasional Wonosalam City Park. Selanjutnya, Achmad Dika Maulana memperkenalkan aksi YDSF yang antara lain mendukung aktivitas pembinaan positif kaum muda.
Untuk menggembleng aktualisasi diri, trainer Teguh W. Utomo memaparkan teknik tertulis untuk mengenali diri sendiri. Selanjutnya, peserta diminta berdiskusi untuk mematang goals masing-masing pada 20 tahun mendatang menjelang Indonesia Emas 2045. Ada yang goal-nya jadi pengusaha, orang sukses, hingga jadi politisi.

Makan malam yang penuh keakraban.
Saat mengisi materi public speaking, trainer Mohammad Septyan mengungkapkan, “Tujuan besarnya adalah melatih kepercayaan diri, mengatasi grogi saat di depan umum. Latihannya bisa dengan cara memperkenalkan sahabat. Tapi, akhirnya bermunculan variasi aksi yang lucu-lucu. Termasuk penampilan stand up comedy.”
Aktivitas outdoor yang tak kalah seru adalah outbound dan trekking. Peserta diajak jalan kaki menyusuri jalan desa antara Wonosalam City Park dan Anjasmoro Valley termasuk melintasi kandang sapi milik warga. Selain berbagai games seru untuk melatih kerjasama tim, para peserta dibolehkan menyejukkan diri di sungai bening yang melintasi Anjasmoro Valley.
Motika Reswara Anggraeni, salah satu peserta, mengakui, “Acara ini sangat berguna buat saya.
Jujur, saya ini malu untuk berkenalan dengan orang baru. Apalagi ini tempat baru untuk saya. Tapi, panitia dan teman-teman di sini mengayomi saya untuk bersosialisasi. Saya bisa menambah relasi dan pengalaman.”
Ia juga kagum dengan berbagai permainan ice breaking dan para pembawa acara yang keren-keren. “InsyaAllah teman-teman akan termotivasi. Seperti saya, mereka ingin berubah menjadi lebih baik karena seminar ini.”


