Mau Cantik? Jangan Asal Suntik Putih…

mepnews.id – Belakangan ini, semakin banyak orang mencerahkan dan memperbaiki warna kulit dengan prosedur suntik putih atau infus whitening. Metode ini diklaim dapat mencerahkan kulit. Tapi, hati-hati, karena tidak sepenuhnya aman.

Dr Nenny Triastuti MSi.

Dikabarkan situs resmi um-surabaya.ac.id, dr Nenny Triastuti MSi, dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, mengingatkan tingkat keamanan prosedur ini belum dapat dipastikan.

Bahkan, jika produk yang digunakan atau cara penyuntikannya tidak tepat atau bukan oleh dokter ahli kecantikan, ini justru berisiko kesehatan.

Kandungan apa sih yang umumnya ada pada suntik putih? Komposisi atau bahan yang biasa digunakan antara lain vitamin C, glutathione, dan kolagen.

Vitamin C memang salah satu jenis antioksidan yang baik untuk kulit. Vitamin C juga memiliki sifat antiaging. Maka, vitamin C bisa membantu menyamarkan garis-garis halus, bekas luka, dan kerutan di kulit wajah. Nutrisi ini kaya antioksidan yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen.

Glutathione merupakan antioksidan yang dapat menghambat produksi melanin atau zat warna alami di kulit. Berkat efek tersebut, glutathione bisa membuat kulit tampak lebih cerah. Selain itu, glutathione juga memiliki efek antiaging yang baik.

Kolagen bukan untuk memutihkan, melainkan untuk menjaga kekenyalan wajah. Seperti glutathione, kolagen juga diproduksi tubuh. Tapi jumlah produksinya menurun seiring pertambahan usia. Akibatnya, elastisitas kulit menurun dan muncul jejak garis halus di wajah.

Suntik putih yang mengandung kolagen biasanya digunakan bersama bahan lain seperti hyaluronic acid.

Lalu, apa bahayanya?

Neny menjelaskan, bahaya suntik putih ada pada dosis yang terlalu tinggi. Pada dasarnya, tiga zat yang dipakai untuk suntik putih memiliki manfaat untuk kulit. Namun, dosis yang terlalu tinggi bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

“Contohnya, tubuh orang dewasa umumnya perlu asupan vitamin C 65–90 mg per hari. Sementara itu, dalam suntik putih, dosis vitamin C yang diberikan bisa lebih dari 1000 mg. Pemberian dosis terlalu tinggi bisa membawa efek samping; sakit kepala, sakit perut, mual, insomnia, diare dan maag,” ujar Nenny.

Maka, sebelum mendapatkan suntik vitamin dengan dosis tinggi, perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Nenny lalu membagikan tips suntik putih:

Pertama, pilih dokter yang terpercaya, kompeten di bidangnya dan profesional.

“Hindari mempercayakan tubuh disuntik pekerja salon kecantikan. Lebih-lebih salon kecantikan yang menyediakan paket suntik putih dengan harga murah. Ini untuk menghindari risiko efek samping dan memastikan keamanan produk,” ujar Nenny.

Kedua, lakukan tes alergi. Sebelum mendapatkan suntik putih, sebaiknya seseorang melakukan tes kulit. Ini untuk mengetahui apakah tubuh cocok dengan bahan yang akan digunakan. Setelah tes, tunggu sebentar untuk melihat apakah ada reaksi alergi pada kulit.

Dokter juga mengecek riwayat kesehatan sebelum melakukan tindakan medis apa pun.

“Jika seseorang sedang hamil, menyusui, menderita penyakit ginjal, diabetes, atau penyakit kronis lainnya, dokter akan memperingatkan risiko yang bisa terjadi,” imbuhnya lagi.

Dibandingkan metode pemutihan kulit lain, seperti krim pemutih, suntik putih memang diklaim bisa lebih cepat mencerahkan kulit. Namun, pertimbangkan juga risikonya. Ingat, bahan yang disuntikkan ke dalam tubuh berdosis tinggi.

“Oleh karena itu, pastikan seseorang memahami prosedur dan anjuran yang diberikan dokter agar suntik putih tetap aman dilakukan,” kata Nenny.

Facebook Comments

Comments are closed.