Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – “Mbak, aku di sini malah stress. Perut mules, nggak bisa tidur, kepikiran sana-sini….” begitu curhat teman yang sedang menyunyikan diri di kawasan wisata top.
“Waduh, koq bisa? Kan harusnya kau bersenang-senang atau bersantai menikmati liburan akhir tahun?”
“Di sini saya justru bertemu dengan orang yang bikin pusing…!”
………..
Pembaca yang budiman, Desember sering disebut sebagai musim liburan. Menjelang pergantian tahun, umumnya ada masa cuti kerja maupun sekolah. Layak jika pada waktu-waktu seperti ini banyak yang liburan.
Tapi, bukannya bisa enak bersantai, beberapa orang justru mengalami ‘holiday stress‘ seperti teman saya di atas.
Gejalanya bervariasi antar individu, tetapi yang umum antara lain;
Munculnya perasaan cemas atau tegang terutama terkait persiapan liburan atau ekspektasi yang tidak sesuai kenyataan.
Munculnya ketidaknyamanan fisik. termasuk sakit kepala, sakit perut, kaku sendi atau gejala lain terkait dengan stres. Kadang, sulit tidur atau tidur tidak nyenyak.
Ini bisa menimbulkan perubahan mood sehingga mudah tersinggung, marah, atau sedih yang tidak biasa. Dalam kondisi ini, orang jadi tidak mampu menikmati liburannya.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan holiday stress antara lain aktivitas berlebihan yang menguras tenaga dan uang. Harapan terlalu tinggi untuk menciptakan liburansempurna juga dapat menimbulkan stres. Interaksi dengan anggota keluarga yang tidak baik-baik saja dapat menjadi sumber konflik dan stres.
Jangan lupa, perubahan rutinitas sehari-hari juga bisa bikin stress. Biasanya sibuk kerja atau mengerjakan tugas sekolah, lalu tiba-tiba terlalu santai di tempat nyaman, bisa membuat stress. Perubahan pola tidur, pola makan, atau aktivitas berlebihan, juga bisa memengaruhi kesehatan mental dan fisik.
Lalu, bagaimana cara mengelola diri agar tidak kena holiday stress?
- Berimbang
Harus ada langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental, membuat perencanaan dengan bijaksana, dan memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan.
- Rencanakan dengan Bijaksana:
Buat rencana yang baik untuk menghindari terjadinya buang-buang waktu, energi dan uang secara berlebihan. Tentukan anggaran yang sehat agar tidak menyesal karena rekening jebol setelah liburan.
- Atur Ekspektasi:
Tetapkan ekspektasi yang realistis saja. Liburan tidak perlu sempurna. Yang penting, Anda bisa menerima bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai rencana.
- Delegasikan Tugas:
Saat meninggalkan rutinitas, pastikan sudah ada orang yang menangani tugas dan pekerjaan Anda di kantor sehingga smeua aman. Pendelegasian tugas juga bisa dilakukan saat perjalanan, misalnya sebagian aktivitas dilakukan mitra liburan Anda.
- Betul-betul Beristirahat:
Tetapkan waktu untuk bersantai dan istirahat. Perhatikan kebutuhan tidur dan makan, hindari kelelahan berlebihan. Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang Anda nikmati.
- Tetap Olahraga
Olahraga dan gerak fisik dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Temukan waktu di sela liburan untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang Anda nikmati. Lakukan juga relaksasi.
- Nutrisi Seimbang:
Makan makanan dengan nutrisi seimbang sesuai kondisi liburan.
- Jangan Membanding-bandingkan
Nikmati liburan yang Anda jalani, tak perlu mikir liburan orang lain. Jangan tengok media sosial teman yang liburan ke tempat lebih mewah atau lebih menyedihkan. Setiap orang memiliki cara unik untuk merayakan liburan.


