mepnews.id – Pagi, saat sinar matahari masih mengintip dari balik Gunung Anjasmoro, dan saat burung-burung sedang menghangatkan diri dengan berkicau, 28 pengurus OSIS SMP YPPI 3 Surabaya berbaris di halaman utama DeDurian Park, Wonosalam, Jombang. Mereka ambil bagian dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 6-7 Oktober 2023.
“Pagi, pagi, pagi, luar biasa,” mereka meneriakkan yel-yel di hadapan tim mentor dari DeDurian Park. Sambil membentuk satu barisan bebas, mereka mulai melangkahkan kaki untuk trekking lintas alam sekitar 3 kilometer menyusuri jalan naik-turun pinggiran kebun DeDurian Park.
Etape pertama jalan beraspal yang terus menanjak dan berbelok-belok. Meski angin sejuk pegunungan menelisik kulit, jantung para peserta dipacu lebih keras. Tampak, berapa peserta mengucurkan keringat atau wajah memerah karena darah berusaha menyebarkan lebih banyak oksigen.
Etape berikutnya berupa jalan tanah yang sempit, sering menurun, dan banyak rontokan daun. Sisi kanan banyak pepohonan kopi, pinus, dan lain-lain. Sisi kiri tanah miring seperti jurang. Di beberapa titik, ada tanah lebih datar yang ditanami pohon durian, cengkih, pisang, singkong, dan lain-lain.
Saat break, Daman Huri General Manager DeDurian Park memberikan wejangan pada peserta tentang pengelolaan lahan yang ramah alam. Kemudian, peserta melanjutkan trekking menuruni jalan dan kemudian naik kembali ke tempat pelatihan.
Felicia Liora Devyne, salah satu peserta, sangat terkesan dengan sesi jelajah alam ini. “Saya bangga, karena bisa melewati track dengan baik. Walau ada rasa capek, tetapi semua hilang saat sudah melihat alam secara langsung. Ada pohon kopi, pohon pinus, pohon jati. Ternyata alam lebih indah saat dilihat secara langsung. Ini suasana baru buat saya. Biasanya jalan di mall, sekarang jalan di alam.”
Aktivitas outbound dilanjutkan games di lapangan DeDurian Park. Mentor memberikan games yang bernilai kerjasama tim, kompetisi, fokus, keberanian. Semua itu bagian dari pengembangan mental great leader.
Ruth Shekania Arella Tiku, ketua OSIS, juga belajar banyak dari materi teori dan praktik leadership yang diberikan mentor. “Dalam kegiatan dua hari ini, saya bersyukur karena bisa meluangkan waktu bersama kelompok sebagai organisasi. Saya mendapatkan banyak bekal ilmu, dan saya dibimbing menjadi pemimpin baik. Pelatihan ini untuk menghasilkan karakter pemimpin menyongsong Indonesia Emas.”
Ia terkesan pada materi karakter pemimpin dan tugas pemimpin. Itu karena ia merasa memiliki beberapa karakter yang disebutkan. “Karakter yang paling cocok adalah saya ini tipe orang tegas di awal. Karena, OSIS terdiri dari teman-teman seangkatan, saya sebagai pemimpin tidak ingin dipandang setara. Saat berkegiatan, saya rasa ada masanya kita serius dan ada masanya kita juga bersenang-senang sebagai tim. Saya harap, ketegasan saya dapat memberikan manfaat bagi kemajuan OSIS dan sekolah.”
Murti Wahyu Utami SPd, selaku Waka Kesiswaan, mendampingi peserta di hampir setiap saat. Hadir dalam sesi ceramah, diskusi kelompok, bahkan ikutan jelajah alam.
Ia menjelaskan, “Setiap tahun selalu terjadi gap kelas dalam kepengurusan OSIS. Kegiatan semacam ini untuk menghilangkan gap antara kakak kelas pengurus lama dan adik kelas pengurus baru. Selain itu, LDKS juga untuk meningkatkan kerjasama tim, menambah pengalaman leadership, menggali potensi setiap pengurus.”
Bagi SMP YPPI 3 Surabaya, ini menjadi LDKS pertama di luar kota pasca pandemi. Sebelumnya, sekolah mengundang trainer untuk LDKS ke sekolah.


