Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – September 2023, musim kemarau membawa cuaca panas yang lumayan istimewa. Di Jawa Timur, beberapa gunung mengalami kebakaran yang lumayan berkepanjangan. Para pekerja lapangan di jalan juga sering mengaku kepanasan dan sesekali nyucup air botolan. Di rumah pun, orang tidur kegerahan.
Wah wah wah…., iklim global memang sedang tidak cukup baik-baik saja. Sudah banyak upaya dilakukan untuk menenangkan alam. Masing-masing kita juga perlu menjaga kondisi fisik dan mental.
Sejumlah penelitian ilmiah mengeksplorasi hubungan antara cuaca ekstrem dan emosi manusia. Jaap Denissen dan rekan di Universitas Humboldt Berlin menemukan, cuaca panas berdampak signifikan pada kondisi emosi kita. Setelah menganalisis data lebih dari 1,5 juta orang, mereka menyimpulkan kenaikan suhu berkorelasi dengan peningkatan perasaan marah, frustrasi, dan mudah tersinggung.
Cuaca panas ekstrem meningkatkan tingkat irritabilitas pada beberapa orang. Karena rasa panas yang tidak nyaman, dehidrasi, dan gangguan tidur, orang jadi lebih mudah tersinggung dan marah. Kurang tidur atau tidur yang tak nyenyak akibat kegerahan juga mempengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan tingkat stres.
Panas ekstrem juga dapat mempengaruhi interaksi sosial. Orang jadi lebih enggan bertemu atau berkumpul di luar ruang atau berpartisipasi dalam aktivitas sosial.
Lalu, bagaimana cara mengendalikan kondisi psikologis saat cuaca sedang panas-panasnya?
Secara umum, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan.
Usahakan lingkungan dalam rumah tetap sejuk. Buka pintu dan jendela lebar-lebar agar sirkulasi udara lebih nyama. Gunakan pengatur suhu, misalnya AC dingin atau kipas angin, agar di dalam ruangan tetap nyaman. Jika keluar, hindari terlalu lama di bawah terik matahari. Cari tempat teduh atau beraktivitas di dalam ruangan.
Minum cukup air untuk memastikan hidrasi dengan baik agar suasana hati terkontrol. Hindari minuman beralkohol atau berkafein karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Juga, kenakan pakaian yang nyaman, ringan, longgar, dan berbahan breathable (mampu bernapas). Jika keluar, silakan pakai topi dan kacamata hitam untuk melindungi kepala dan mata dari sengatan sinar matahari.
Jika cuaca panas membuat stres, cobalah relaks dengan meditasi, yoga, atau pernapasan. Atau, luangkan waktu untuk aktivitas menyenangkan untuk mengalihkan perhatian dari panas yang bikin stress. Jika masih merasa tak nyaman, bicarakan dengan seseorang: Mungkin orang itu bisa memberi dukungan emosional dan solusi yang diperlukan.
Jika cuaca panas secara signifikan memengaruhi kesejahteraan psikologis, silakan saja cari bantuan profesional kesehatan mental. Mereka dapat memberikan dukungan, konseling, atau strategi koping yang lebih spesifik sesuai kebutuhan.


