mepnews.id – Sebanyak 32 mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) lintas negara. Mahasiswa dari di 10 program studi itu menebar dampak di negeri tetangga satu pulau yakni Timor Leste.
Dikabarkan situs resmi undana.ac.id, Rektor Prof Dr drh Maxs U. E. Sanam MSc resmi melepas 32 mahasiswa KKN itu. Acara pelepasan dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr drh Annytha I. R. Detha MSi, Kepala Lembaga Pengembangan, Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPPPM) Dr Ir Jacob M. Ratu MKes dan Sekretaris LPPPM Christien Corina Foenay SE MSi di Ruang Teater Rektorat, 4 September 2023.
Prof Maxs menyampaikan sejumlah pesan penting pada mahasiswa. Pertama, KKN MBKM Lintas Negara ini upaya strategis, tidak saja untuk memenuhi kontrak kinerja, tapi menjadi misi internasional. “Para mahasiswa yang merupakan duta bangsa dapat memperkuat tali silahturahmi dan hubungan emosional dengan sesama saudara di Timor Leste,” ujar Prof Maxs.
Kedua, KKN MBKM Lintas Negara lima bulan dapat digunakan untuk melakukan program dan kegiatan termasuk tugas akhir. “Ada banyak bentuk kegiatan, termasuk budi daya air tawar dan sebagainya. Ke depan, Prodi Budidaya Perairan dapat memilih bibit ikan, memelihara, melakukan perlakuan, dan hasilnya bagaimana. Itu bisa jadi tugas akhir juga,” jelasnya.
Ketiga, KKN lintas negara tidak bermaksud membuat studi jadi lebih lama, tetapi dimanfaatkan untuk menghasilkan karya produktif. “Kalau mahasiswa bisa produktif melakukan sejumlah program, maka Undana bisa berampak lagi. Tidak saja di NTT, tapi bagi saudara-saudari kita di Timor Leste,” pinta Prof Maxs.
Keempat, jaga integritas dan harga diri. “Saya tidak mau dengar hal-hal lain di luar tugas kalian, selain KKN. Rektor tidak tolerir kekerasan seksual di dalam dan luar kampus,” tandas Guru Besar Ilmu Mikrobiologi dan Parasitologi ini.
Dr Jacob M. Ratu menjealskan, KKN MBKM Lintas Negara ini kegiatan yang dirintis Undana dengan Universitas Dili. KKN Tematik ini bertema pemberdayaan ekonomi dan kesehatan dengan pemanfaatan potensi lokal.
Ia merinci, 32 mahasiswa peserta KKN berasal dari program studi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), program studi PPKN, Bahasa Inggris, PGSD, Bahasa Indonesia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), program studi Agroteknologi pada Fakultas Pertanian, program studi Budidaya Perairan pada Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP), dan program studi Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).
KKN berlangsung satu bulan terhitung saat dilepas Rektor hingga 27 September 2023. Selama sebulan itu, mahasiswa Undana melakukan kegiatan bersama mahasiswa Universitas Dili. Setelah itu, mahasiswa Undana melakukan KKN di wilayah perbatasan yakni Kabupaten Belu dan Atambua selama lima bulan.
Mahasiswa melakukan sembilan tema kegiatan, yakni edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual, penghijauan lokasi KKN, sosialisasi pertanian khususnya metode irigasi tetes, daur ulang sampah, pengulahan ikan, budidaya rumput laut, pengolahan makanan lokal, budidaya ikan air tawar, dan pemanfaatan sampah plastik.
Ia lalu mengundang Rektor untuk ke lokasi KKN pada pertengahan September untuk menandatangani prasasti. “Jadi mmomentum agar kegiatan ini bisa dikenang dan bisa berlanjut,” pungkasnya.


