Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Entah sudah ada berapa kali nasihat tentang aktivitas fisik sebagai bagian penting untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh. Namun, tak henti-hentinya saya menyampaikan nasihat ini plus saya tambahi dengan bukti-bukti ilmiah pendukungnya.
Pembaca yang budiman, kita semua tahu sebagian besar tubuh kita terbentuk dari air. Lalu, banyak orang menganggap darah sebagai bagian terbesar dari tubuh yang mengandung air. Itu betul. Tapi, bagian-bagian lain tubuh kita, termasuk yang padat, juga sebagian terbentuk dari air. Bahkan, tak banyak yang sadar bahwa otak dan sumsum tulang belakang juga dikelilingi oleh air. Cairan serebrospinal ini sering diabaikan tetapi memiliki fungsi sangat penting.
Secara evolutif, hewan termasuk manusia terus bergerak untuk mendapatkan makanan atau menghindari jadi makanan. Hewan sel tunggal memiliki silia untuk bergerak. Ikan punya sirip. Binatang darat punya kaki untuk berjalan, berlari, dan memangsa. Manusia punya lengan dan kaki. Gerakan ini membawa kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat, perlahan, atau di antaranya.
Terus, apa hubungannya psikologi?
Saat bergerak dengan aman berarti kita mengetahui lingkungan tempat gerakan terjadi. Nah, di situ sistem sensorik kita memainkan peran penting. Indera penglihatan sangat penting untuk mengetahui kondisi sekitar. Tapi, kadang mata tidak cukup berguna pada saat-saat kritis seperti saat kita sudah terpeleset, tersandung, atau terjatuh. Terus, bagaimana? Kita perlu mengandalkan sistem somatosensori dan beragam reseptor di kulit, otot, dan tendon untuk memberi tahu kita tentang perubahan mekanis yang ingin kita lakukan. Di sini, perlunya mekanosensasi di sumsum tulang belakang.
Yuka Nakamura dan rekannya di Universitas Niigata di Jepang melakukan sejumlah penelitian dan puncaknya diterbitkan eLife. Mereka memetakan koneksi di dalam sumsum tulang belakang tikus untuk mengtahui di mana sinyal dari neuron penginderaan mekanis jauh di dalam sumsum tulang belakang tempat pergerakan cairan serebrospinal benar-benar diproyeksikan.
Ternyata, neuron-neuron bernama ‘interneuron kontak cairan serebrospinal’ ini benar-benar akurat dalam memberikan cara untuk merasakan efek gerakan seluruh tubuh dan kontrol postur pada hewan termasuk manusia. Para ilmuwan Jepang ini menunjukkan, pensinyalan dari dalam sumsum tulang belakang itu karena pergerakan cairan yang timbul dari bagian tubuh yang bergerak, dan bahkan itu sebenarnya menyelaraskan dan mendukung gerakan. Hasil penelitian ini menambah bukti yang terus terkumpul bahwa konektivitas struktural dan fungsional antara pengaturan cairan tulang belakang dan kontrol gerakan secara evolusioner tetap dilestarikan di kalangan vertebrata.
Karya ini menjadi contoh bagus tentang pentingnya aktivitas fisik bagi semua hewan—termasuk manusia—untuk kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan. Jadi, lain kali Anda berpikir untuk mengabaikan bentuk tubuh, ingatlah bahwa Anda sedang diawasi. Bergeraklah dengan berbagai aktivitas, kontrol postur tubuh dengan baik, karena Anda terus-menerus ‘diawasi’ oleh neuron yang tersembunyi jauh di dalam sumsum tulang belakang.


