mepnews.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima hibah Spectrum Analyzer 30 GHZ dari R&S Indonesia sebagai tindak lanjut kerja sama Indosat dan Nokia juga melalui 5G Experience Center ITS. Penyerahan hibah ini menjadi bagian dari kegiatan 5G Experience Center Technology Day di Gedung Teater Pascasarjana, 17 Mei 2023.
Spectrum Analyzer 30 GHZ alat untuk menganalisis struktur spektrum sinyal listrik. Alat bernilai ratusan juta rupiah ini untuk melakukan pengukuran terhadap sinyal 5G dan sebagai aplikasi radar. Alat ini nantinya digunakan ITS sebagai salah satu kampus yang memiliki 5G Experience Center di Indonesia.

Dr Ir Endroyono DEA (kiri) dan Managing Director PT R&S Indonesia Muhammad Arif.
Penyerahan hibah dilakukan simbolik oleh Direktur Utama PT R&S Indonesia Muhammad Arif kepada pimpinan ITS yang diwakili Dr Ir Endroyono DEA selaku penanggungjawab dalam kerja sama berbasis Information & Communication Technology (ICT). Kegiatan juga dihadiri Danabalan Amirthalingam selaku Account Director NOKIA Indonesia, Bayu Hanantasena selaku CBO Indosat IoH yang kini menjadi Dirut Lintasarta, serta jajaran pimpinan tinggi ITS.
Endroyono menjelaskan, ITS telah melakukan banyak penelitian yang berfokus pada milimeter wave atau pita frekuensi radio sangat tinggi, sehingga ke depan membutuhkan alat canggih yang mampu mempermudah penelitian. “Spectrum Analyzer ini dapat menghasilkan komunikasi berkapasitas tinggi. Bila dipakai untuk penggunaan radar, dapat melakukan pengukuran sangat sensitif,” ungkap Program Director 5G Experience ITS ini.
Keberadaan alat ini nantinya akan dikembangkan lebih lanjut untuk pengembangan SDM, pengembangan produk, hingga ke ranah bisnis sebagai langkah kongkret menuju revolusi industri 5.0. Karena itu, ITS sangat menghargai dan berterimakasih atas hibah serta kehadiran para tamu yang berperan besar dalam pengembangan talenta digital terkhusus di ITS.
Rangkaian kegiatan 5G Experience Center Technology Day dilanjutkan dengan seminar yang dibawakan tim dari Indosat dan R&S Indonesia. Hal ini menunjukkan bentuk langkah awal dalam pengembangan talenta digital mahasiswa. “Ke depannya, semoga bentuk kerja sama ini dapat diperluas untuk menghasilkan ekosistem ICT yang komplit,” ujar dosen Departemen Teknik Elektro ini penuh harap. (Lathifah Sahda)


