Makna Budaya Ketupat Lebaran

mepnews.id – Ada beragam cara budaya ketupat. Orang Jakarta, Jawa Barat, dan beberapa daerah Jawa Tengah, makan ketupat pas Lebaran. Di Jawa Timur, biasanya ketupatan pada lima hari setelah Idul Fitri. Orang-orang Madura merayakannya dengan ter-ater ketupat. Masyarakat Desa Lingsar menggelar ritual perang topat pada hari ke-15 bulan ke-tujuh penanggalan Sasak Lombok atau hari ke-15 bulan ke-enam penanggalan Hindu Bali.

Budaya ketupat yang memiliki nilai filosofis ini juga dijelaskan Drs Nur Cholis Huda MSi dalam halal bihalal kelurga besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 29 April 2023. Halal bihalal itu juga dihadiri Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP.

Halal bihalal UMM di Dome.

Dikabarkan situs resmi umm.ac.id, Huda menjelaskan kupat (ketupat) terbuat dari janur (daun kelapa) yang memiliki nilai filosofis. Janur artinya ‘sejatine ning nur’ yang berarti cahaya yang benar-benar dari Ilahi.

Kupat juga memiliki kepanjangan laku papat atau empat L. Pertama, lebar. Artinya waktu berpuasa telah usai. Maka, Huda mendorong muslimah segera menyelesaikan utang puasa. Dengan begitu, makna lebar bisa diperoleh penuh.

Kedua, yakni lebur yang bermakna meleburnya kesalahan. Saling menghilangkan dan memaafkan. Ketiga, luber yang artinya kebaikan kita harus lebih-lebih. Dengan begitu kita bisa mendapatkan sejatine nur. Keempat, labur. Artinya wajah kita harus cerah, tidak boleh mengeluh dan sambatan.

Sementara itu, Muhadjir mengingatkan tradisi Muhammadiyah yakni maju bersama; membantu mereka yang belum maju untuk bisa lebih maju. Ia berpesan agar UMM lebih sensitif akan perubahan. “Saya minta pimpinan dan staf agar tidak merasa sudah maju dan merasa paling depan. Harus terus mengembangkan diri, khsususnya dalam bidang akademik,” tegasnya.

Rektor UMM, Dr Fauzan MPd, mengatakan bahwa semangat Ramadan Kampus Putih luar biasa dan harus terus dinyalakan. Salah satu kegiatan Ramadan UMM yang menarik adalah sahur on the road ke berbagai wilayah bersama para mahasiswa asing. Kegiatan itu menarik banyak perhatian dan dinilai bagus.

“Kami selaku pimpinan juga mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga di momen hari raya ini kita bisa saling memaafkan dan mendapat keberkahan,” kata Rektor. (Wil)

Facebook Comments

Comments are closed.